Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos CUAN Milik Prajogo Pangestu Jelaskan Penyebab Saham Melonjak

Emiten batu bara milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) buka suara perihal lonjakan saham perseroan.
Emiten batu bara milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) buka suara perihal lonjakan saham perseroan. /baritopacific
Emiten batu bara milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) buka suara perihal lonjakan saham perseroan. /baritopacific

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten batu bara milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) buka suara perihal lonjakan saham perseroan. Sesuai nama kode sahamnya, saham CUAN telah memberikan 'cuan' kepada pemegang saham dengan kenaikan harga hingga 6.000%.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan suspensi terhadap saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) mulai Selasa (19/12/2023).

BEI mengumumkan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, BEI  memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan sahamnya.

"Penghentian perdagangan saham saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I perdagangan tanggal 19 Desember 2023 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut," papar pengumuman BEI.

Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.

Saham emiten batu bara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) berada di level Rp13.425 per Senin (18/12/2023), sekaligus menjadi saham Prajogo Pangestu dengan harga tertinggi. Saham CUAN telah melonjak 6.002,3% pada 2023 dan berkontribusi mendorong IHSG 55,51 poin.

CUAN resmi melantai di BEI pada 8 Maret 2023 dengan harga 220 per saham. Dengan kepemilikan Prajogo sebesar 9,56 miliar saham maka unrealized profit lebih dari Rp126,23 triliun.

Direktur Utama CUAN Michael menyampaikan menyampaikan dengan memperhatikan pemberitaan di media elektronik maupun konvensional, faktor yang mungkin menjadi sentimen positif terkait peningkatan harga saham CUAN adalah karena perseroan secara aktif sedang melakukan beberapa aksi korporasi.

Perseroan telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham sehubungan dengan akuisisi PT Silika Salut Sejahtera, yang merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk pasir silika; akuisisi saham di dalam PT Multi Tambangjaya Utama; dan pembelian 34% saham PT Petrosea Tbk.

Perseroan juga telah memperoleh pencabutan pembatalan Izin Usaha Pertambangan atas nama 2 (dua) entitas anak, yaitu PT Daya Bumindo Karunia dan PT INTAM yang memiliki cadangan terbukti batubara thermal dan emas dalam jumlah yang cukup signifikan dibandingkan dengan cadangan terbukti bat ubara yang sudah dijalankan.

Selain itu, CUAN pada tanggal 14 Desember 2023 telah melakukan penandatanganan Perjanjian Fasilitas Kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. sebagaimana telah disampaikan dalam Keterbukaan Informasi Perseroan tanggal 15 Desember 2023.

"Masuknya saham CUAN dalam MSCI Small Cap Index menjadi salah satu indikator positif mengenai kinerja perdagangan saham Perseroan yang baik," papar Michael dalam keterangan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/12/2023).

Masuknya CUAN dalam indeks MSCI dapat menambah kepercayaan investor lokal maupun global, serta memperluas basis investor yang berinvestasi di saham CUAN. Oleh karena itu, posisi CUAN sebagai perusahaan publik sektor pertambangan yang terintegrasi dapat semakin kuat dan diperhitungkan oleh pelaku usaha dan investor local maupun global.

Selain itu, masuknya saham CUAN dalam MSCI Small Cap Index menjadi salah satu tantangan bagi pihak manajemen perseroan untuk bisa memberikan kinerja terbaik dalam menjaga kepercayaan investor.

Bos CUAN Milik Prajogo Pangestu Jelaskan Penyebab Saham Melonjak

Akuisisi Saham

Sementara itu, Petrindo Jaya Kreasi menargetkan aksi akuisisi dapat rampung pada kuartal I/2024. CUAN saat ini sedang dalam proses akuisisi saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) dan PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU).

Mihael menyampaikan saat ini perseroan berfokus pada dua hal, yaitu pelaksanaan kegiatan operasional dan produksi di lapangan/ wilayah kerja perseroan.

CUAN juga fokus menyelesaikan beberapa aksi korporasi berupa akuisisi yang telah dimulai sejak tahun 2023 dengan target rampung sekitar kuartal I/2024.

"Selain aksi korporasi yang telah disampaikan dalam Keterbukaan Informasi Perseroan sepanjang tahun 2023, tidak tertutup kemungkinan bahwa pada tahun 2024 dan tahun-tahun berikutnya CUAN akan memiliki beberapa aksi korporasi berdasarkan rencana usaha dan pengembangan usaha," katanya.

Seluruh aksi korporasi tersebut pada dasarnya bertujuan untuk pengembangan usaha dan penambahan aset-aset penting yang dibutuhkan CUAN untuk menunjang kegiatan usahanya. CUAN akan melaksanakan setiap aksi korporasi sesuai dengan prosedur dan
ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik.

Terkait proses pembelian saham PT Petrosea Tbk, sambung Michael, CUAN masih dalam proses pemenuhan persyaratan penyelesaian transaksi sebagaimana diatur dalam Perjanjian Bersyarat Pembelian Saham yang telah dibuat antara KJP (entitas anak Perseroan yang bertindak selaku pembeli) dan PT Caraka Reksa Optima (selaku penjual).

Termasuk di dalam proses itu antara lain, pemenuhan seluruh persyaratan untuk pelaksanaan transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

Adapun, mengenai pembelian saham PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) dari Grup Indika Energy, sampai saat ini CUAN bersama dengan pihak penjual sedang dalam proses pemenuhan seluruh persyaratan yang tertuang di dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) sebagaimana telah pada 25 September 2023.

Salah satu syarat tersebut antara lain, perolehan persetujuan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia untuk perubahan pemegang saham dan pengendali di dalam MUTU.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper