Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham BREN Milik Prajogo Pangestu Topang Laju Indeks Sektoral

Barito Renewables Energy (BREN) menopang laju penguatan indeks saham infrastruktur 54,14% secara year to date (YTD).
Barito Renewables Energy (BREN) menopang laju penguatan indeks saham infrastruktur 54,14% secara year to date (YTD). /JIBI-Rachman
Barito Renewables Energy (BREN) menopang laju penguatan indeks saham infrastruktur 54,14% secara year to date (YTD). /JIBI-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten milik taipan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menopang laju penguatan indeks sektoral infrastructures hingga 54,14% sejak awal tahun, di tengah penurunan indeks-indeks sektoral lainnya. 

Head of Research InvestasiKu (Mega Capital Sekuritas) Cheril Tanuwijaya mengatakan penguatan indeks sektoral infrastruktur ditopang oleh saham BREN yang naik signifikan setelah IPO di tahun ini.

"Bobotnya sampai 40% di sektor infrastruktur," kata Cheril, Kamis (9/11/2023). 

Senada dengan Cheril, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina menuturkan penguatan indeks sektoral infrastruktur disebabkan oleh melambungnya saham BREN. 

Sebagai informasi, saham BREN milik Prajogo Pangestu telah menguat 569,8% sejak melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO). Saat ini, saham BREN ditutup pada harga Rp5.225 per saham, dari harga saat listing Rp780 per saham.

Meningkatnya saham BREN ini turut menopang naik kapitalisasi pasar BREN menjadi Rp699 triliun, atau naik hingga Rp110 triliun dalam satu hari perdagangan, dari sebesar Rp589 triliun pada penutupan perdagangan Rabu (8/11/2023). 

Peningkatan kapitalisasi pasar BREN ini mengkudeta posisi PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar besar ketiga. Saat ini, kapitalisasi pasar BYAN tercatat beara pada posisi keempat, yakni sebesar Rp622 triliun.

Adapun selain indeks sektoral infrastruktur, indeks sektoral consumer non-cyclicals juga menguat secara year to date (YTD) 3,41%, ditengah pelemahan indeks sektoral lainnya. 

Sementara itu, indeks sektoral teknologi menjadi  indeks dengan penurunan terdalam YTD sebesar 20,38%, disusul oleh indeks sektoral energi sebesar 14,24%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper