Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Akun Instagram Adaro Diserang, Saham ADRO Anjlok

Saham Adaro (ADRO) anjlok 3,99 persen atau 110 poin menjadi Rp2.650 menyusul protes warganet dan hilangnya akun instagram perseroan.
Saham Adaro (ADRO) anjlok 3,99 persen atau 110 poin menjadi Rp2.650  menyusul protes warganet dan hilangnya akun instagram perseroan. /Reuters-Beawiharta
Saham Adaro (ADRO) anjlok 3,99 persen atau 110 poin menjadi Rp2.650 menyusul protes warganet dan hilangnya akun instagram perseroan. /Reuters-Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) anjlok menyusul protes warganet dan hilangnya akun instagram perseroan. Di sisi lain, kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) tengah menurun.

Pada perdagangan Senin (15/3/2023) pukul 11.43 WIB, saham ADRO anjlok 3,99 persen atau 110 poin menjadi Rp2.650. Sepanjang pagi ini, saham ADRO bergerak di rentang Rp2.630-Rp2.790 per saham.

Kapitalisasi pasar ADRO mencapai Rp84,4 triliun dan valuasi PER 3,07 kali. Sepanjang 2023, saham ADRO turun 31,43 persen.

Penurunan saham ADRO sejalan dengan laju IHSG yang melemah setelah rilis data neraca perdagangan. IHSG terpantau turun 0,58 persen atau 38,95 poin menjadi 6.668,81.

Sementara itu, akun Instagram Adaro lenyap atau masih tidak dapat diakses hingga hari ini. Akun tersebut sempat dibanjiri komentar warganet usai aksi aktivis di rapat umum pemegang saham atau RUPS ADRO.

Berdasarkan pantauan Bisnis, akun Instagram @adaroenergy masih belum dapat diakses pada Senin (15/5/2023) pukul 10.35 WIB. Akun dengan 56.000 pengikut (followers) itu masih dapat ditemukan di mesin pencari Google tetapi tidak dapat diakses.

Sebelumnya, akun Instargam Adaro menjadi sorotan warganet yang menyoroti isu energi hijau. Mereka membanjiri unggahan-unggahan ADRO dengan komentar bernada penolakan terhadap energi kotor atau emisi karbon, juga seruan transisi menuju energi bersih.

Komentar-komentar itu muncul setelah adanya aksi pembentangan spanduk dan penyampaian aspirasi oleh dua aktivis yang juga pemegang saham ADRO dalam RUPS perseroan, Kamis (11/5/2023). Mereka memprotes rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara baru ADRO.

Adaro akan membangun PLTU batu bara baru di Kalimantan Utara untuk memenuhi kebutuhan listrik 1,1 gigawatt di smelter alumunium milik perseroan. Proyek itu akan menjadi PLTU captive, yakni pembangkit listrik yang didedikasikan untuk menyediakan listrik bagi suatu fasilitas industri.

Adaro berencana memproduksi 500.000 ton alumunium per tahun melalui smelter tersebut. Berdasarkan riset Market Forces, PLTU batu bara baru itu akan menghasilkan emisi setidaknya 5,2 juta ton CO2 ekuivalen per tahun, meskipun sudah menggunakan teknologi terbaik saat ini yakni ultra super critical.

"Stop pembangunan PLTU batu bara baru! Satu miliar orang akan terancam oleh krisis iklim akibat emisi PLTU batu bara," ujar salah seorang pemegang saham yang melayangkan protes di RUPS ADRO, dikutip dari unggahan @greenpeaceid.

Pemegang saham lainnya menyampaikan aspirasi bahwa batu bara adalah penyebab utama krisis iklim yang mengancam masa depan semua orang.

Berdasarkan pernyataan resmi Corporate Communication Adaro Energy, akun Instagram @adaroenergy tidak dapat diakses sejak Sabtu (13/5/2023). Pihak Adaro menilai bahwa terdapat serangan siber yang masif sehingga akun perseroan lenyap.

Pihak ADRO menyatakan bahwa akun Instagram @adaroenergy merupakan salah satu kanal penyampaian keterbukaan informasi kepada publik dan pemegang saham. Mereka menyampaikan permohonan maaf atas tidak bisa diaksesnya akun Instagram tersebut.

"Kami masih terus berkoordinasi pihak-pihak berwenang, agar kanal resmi perusahaan dapat kembali diakses dan sekaligus untuk menempuh langkah-langkah lebih lanjut sesuai peraturan yang berlaku," dikutip pada Senin (15/5/2023) dari keterangan resmi Adaro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper