Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Ditutup Menguat Rp15.047, Imbas Prediksi Melandainya Inflasi

Rupiah menguat 8,5 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp15.047. Sejumlah mata uang Asia ditutup bervariasi. 
Pegawai menunjukan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Senin (18/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai menunjukan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Senin (18/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Mata uang rupiah ditutup menguat ke posisi Rp15.047 pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (30/3/2023), sementara itu indeks dolar AS melemah 0,12 persen ke posisi 102.172. 

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang rupiah menguat 8,5 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp15.047. Sejumlah mata uang Asia ditutup bervariasi. 

Yen Jepang menguat 0,25 persen, dolar Singapura menguat 0,07 persen, won Korea menguat 0,34 persen, peso Filipina menguat 0,07 persen, dan yuan China menguat 0,17 persen.

Sementara itu mata uang yang melemah yaitu bath Thailand melemah 0,13 persen, ringgit Malaysia melemah 0,07 persen, dan rupee India melemah 0,17 persen.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi oleh banyak upaya yang bisa dilakukan Bank Indonesia dan regulator terkait untuk menurunkan laju inflasi yang saat ini berada di level 5,47 persen per Februari 2023. 

“Sehingga untuk mengendalikan inflasi tak melulu harus menempuh jalur dengan menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR),” jelasnya dalam riset harian, Kamis (30/3/2023). 

Ada kebijakan lain yang harus juga berperan untuk menurunkan hal tersebut. Ketika inflasi terkendali, maka suku bunga juga bisa dikontrol. Namun, untuk mengendalikan inflasi tidak melulu terkait suku bunga saja, melainkan ada peran fiskal dan lainnya.

Meski demikian, kebijakan moneter Bank Indonesia akan selalu siap mendukung pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.   Apalagi inflasi saat ini sudah mendingin, namun perkirakan suku bunga masih tetap tinggi pada 2023. 

Sebelumnya, pada rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 15-16 Maret 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen.  

Keputusan ini konsisten dengan stance kebijakan moneter yang pre-emptive dan forward looking untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan. Pada semester I/2023, inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3,0±1 persen, dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3,0±1 persen.

Untuk perdagangan besok, Jumat (30/3/2023), Ibrahim mengatakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun berpotensi ditutup menguat pada kisaran Rp15.010- Rp15.100 per dolar AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Artha Adventy
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper