Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IPO Palm Co Dikebut, Erick Thohir Mau Intervensi Pasar Minyak Goreng

Erick Thohir mengatakan salah satu tujuan pembentukan dan IPO Palm Co agar pemerintah bisa mengintervensi pasar minyak goreng.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan paparan saat konferensi pers di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan paparan saat konferensi pers di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan salah satu tujuan pembentukan dan IPO Palm Co agar pemerintah bisa mengintervensi pasar, saat harga minyak goreng bergejolak.

Palm Co, kata Erick, mempunya potensi lahan hingga 600.000 hektare (ha). Dengan total lahan tersebut, PalmCo berpotensi untuk mengintervensi pasar minyak goreng. Pasalnya, Erick mengatakan saat ini pangsa pasar pemerintah hanya 3 persen dari total market minyak goreng di Indonesia sebab mayoritas pemain minyak goreng adalah perusahaan swasta.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai ketua PSSI itu total lahan seluas 600.000 hektare itu bisa menjadi yang terbesar di dunia. Dengan potensi lahan tersebut, pemerintah bisa mengintervensi pasar ketika harga bergejolak. Dia mengatakan manfaat Palm Co tidak hanya bagus secara pasar, tapi juga bisa memberdayakan petani.

“Palm Co kita dorong untuk ketahanan pangan salah satunya kalau kita benar-benar mengkonsolidasi 600.000 hektare kita bisa mengintervensi market,” kata Erick Thohir di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/2/2023). Lebih lanjut, Erick mengatakan, selain ketahanan pangan, PalmCo juga akan didorong untuk memenuhi ketahanan energi. Nantinya, kata dia, Palm Co ditargetkan untuk bisa menghasilkan B35.

“Ini bicara ketahanan energi ingat dari Palm Co itu ada B35 artinya apa kalau nanti ada listrik, ada B35 ada gula etanol BBM-nya tambah sedikit lagi itu fungsinya kenapa kita dorong,” kata Erick.

Adapun, Kementerian BUMN mengkonsolidasikan PT Perkebunan Nusantara yang sebanyak 14 perusahaan menjadi 4 perusahaan. Selanjutnya, setelah mengurangi jumlah tersebut, BUMN bakal memisahkan perusahaan khusus kelapa sawit menjadi Palm Co. 

Palm Co ditargetkan dapat melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada tahun ini. Kementerian BUMN juga menyiapkan aksi korporasi untuk Palm Co untuk mengamankan persediaan minyak kelapa sawit dalam negeri dengan target memiliki pangsa pasokan minyak kelapa sawit hingga 10-15 persen.

“Ini belajar dari kemarin minyak goreng mahal, kita operasi pasar ngos-ngosan, karena pangsa pasokan kita cuma 3 persen. Nah kalau kita bisa 10 persen-15 persen, private sector tetap kita dorong, kita tidak mau monopoli market. Tapi kalau nanti ada kejadian minyak goreng mahal, BUMN bisa membantu,” kata Erick Januari lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper