Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Tembaga Melonjak Lagi, Tanda Ekonomi China Bangkit

Harga tembaga diperdagangkan di sekitar level terkuat lebih dari tujuh bulan karena optimisme investor atas kekuatan pemulihan dalam aktivitas bisnis China.
Harga tembaga diperdagangkan di sekitar level terkuat lebih dari tujuh bulan karena optimisme investor atas kekuatan pemulihan dalam aktivitas bisnis China. /Bloomberg-Andrey Rudakov
Harga tembaga diperdagangkan di sekitar level terkuat lebih dari tujuh bulan karena optimisme investor atas kekuatan pemulihan dalam aktivitas bisnis China. /Bloomberg-Andrey Rudakov

Bisnis.com, JAKARTA - Harga tembaga mencapai level tertinggi selama lebih dari 7 bulan seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi di China, sebagai negara konsumen utama tembaga.

Pada perdagangan Senin (23/1/2023), harga tembaga di London Metal Exchange (LME) naik 0,34 persen atau 32 poin menjadi US$9.356 per ton. Sepanjang 2023, harga tembaga sudah naik 11,75 persen, tertinggi di antara harga logam lainnya.

Harga tembaga diperdagangkan di sekitar level terkuat lebih dari tujuh bulan karena optimisme investor atas kekuatan pemulihan dalam aktivitas bisnis China. Pemulihan ekonomi terjadi setelah pemerintah setempat membatalkan kebijakan Covid Zero, yang memunculkan potensi pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan aktivtas ekonomi China membuka harapan peningkatan permintaan tembaga. Komoditas tembaga juga sering dianggap sebagai barometer ekonomi global.

"Pembukaan kembali China telah meningkatkan harapan untuk rebound dalam permintaan, sementara protes di tambang Peru, sebagai salah satu produsen utama tembaga, memicu kekhawatiran atas ketersediaan pasokan,” kata Kazuhiko Saito, kepala analis di Fujitomi Co., pialang yang berbasis di Tokyo, mengutip Bloomberg, Selasa (24/1/2023).

Sementara itu, dari dalam negeri, pemerintah menyatakan akan menyetop ekspor tembaga. Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi menegaskan dirinya bakal menghentikan izin ekspor tembaga pada pertengahan tahun ini. K

eputusan itu diambil Jokowi belum lama setelah pemerintah mengumumkan moratorium ekspor mineral mentah untuk bijih bauksit yang bakal efektif pada Juni 2023 mendatang.

“Meski kita ditakut-takuti kalah di WTO kita tetap terus [hilirisasi], justru kita tambah setop bauksit. Nanti pertengahan tahun lagi kita setop tembaga kita harus berani,” kata Jokowi saat menyampaikan pidato politik dalam acara ulang tahun PDI Perjuangan yang disiarkan lewat Youtube, Selasa (10/1/2023).

Rencana moratorium ekspor itu, kata Jokowi, menjadi bagian dari peta jalan industrialisasi bahan baku kendaraan listrik yang bakal menjadi andalan Indonesia mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper