Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Asing Akumulasi Saham Bank Jago (ARTO), Hari Ini Rebound dari ARB

Investor asing diam-diam melakukan akumulasi beli PT Bank Jago Tbk (ARTO) hingga Rp16,34 miliar sampai selama sepekan. ARTO menguat meski sempat kena ARB.
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Investor asing diam-diam melakukan akumulasi beli PT Bank Jago Tbk (ARTO) hingga Rp16,34 miliar sampai selama sepekan. Alhasil, saham ARTO mampu menguat meski sempat kena ARB di sesi I.

Akumulasi investor asing pada saham bank teknologi itu berkontribusi atas penguatan saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) 3,69 persen dalam sepekan. Adapun pada perdagangan hari ini, Senin (16/1/2023), saham ARTO pun ditutup menguat 1,31 persen.

Penguatan hari ini ikut dikontribusikan oleh investor asing yang membeli sebanyak Rp565 juta. Berdasarkan data RTI, terdapat 20,98 juta saham ARTO yang diperdagangkan dengan perkiraan nilai transaksi Rp62,63 miliar.

Bila ditarik pada perdagangan Kamis pekan lalu, saham ARTO menunjukkan sinyal kebangkitan dari titik terendahnya di level Rp2.780 dan mebumbung 16,19 persen menjadi Rp3.230.

Adapun pada November 2022, Manajemen bank digitak itu menerbitkan Laporan Keuangan Bulanan November 2022. Pos kredit dan pembiayaan syariah Bank Jago telah tumbuh 81,6 persen menjadi Rp 8,74 triliun dari setahun sebelumnya Rp 4,81 triliun. Pertumbuhan tersebut 7 kali lipat lebih tinggi dari rerata industri perbankan yang tercatat 11,16 persen.

Adapun, dana pihak ketiga (DPK) mampu melampaui pertumbuhan kredit. DPK tumbuh hampir 2 kali lipat, dari Rp3,34 triliun di November 2021 menjadi Rp6,61 triliun pada November 2022.

Sementara itu, pos pendapatan bunga naik 150 persen menjadi Rp 1,36 triliun. Entitas terafiliasi GOTO itu membukukan net interest income (NII) Rp1,23 triliun atau naik 151 persen secara tahunan. Dengan begitu laba bersih ikut melesat 977 persen menjadi Rp 47,37 miliar.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, saham ARTO hanya sebentar bertahan di zona hijau dan kemudian terkoreksi dan masuk ke zona merah. Saham ARTO sempat menyentuh level Rp2.860 atau terkoreksi 6.23 persen pada perdagangan sesi I.

Akan tetapi, masuk sesi II saham ARTO mulai melakukan perlawanan dan mulai bangkit. Saham ARTO baru mencapai zona hijau sekitar 30 menit sebelum perdagangan selesai. Hasilnya, saham ARTO menguat 40 poin atau 1,31 persen ke level Rp3.090.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper