Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Indeks Bisnis-27 Dibuka Merah, ADRO dan AMRT Loyo

Indeks Bisnis-27 dibuka melemah ke 604,11, tak sejalan dengan penguatan IHSG pada awal perdagangan Rabu (9/11/2022).
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 09 November 2022  |  09:30 WIB
Indeks Bisnis-27 Dibuka Merah, ADRO dan AMRT Loyo
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHS) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan hari ini, Rabu (9/11/2022), dalam pelemahan ke posisi 604,11.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia tersebut turun tipis 0,16 poin atau setara 0,03 persen dari posisi sebelumnya di 604,56.

Dari 27 konstituen, saham terpantau 11 saham bergerak di zona hijau, 3 saham stagnan, dan sisanya 13 saham berada di zona merah sampai pukul 09.08 WIB.

Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) memimpin pelemahan pada awal perdagangan hingga 1,6 persen atau 60 poin ke posisi 3.700 per saham. Menyusul di belakangnya saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) 1,12 persen ke posisi 2.660.

Selanjutnya, terdapat saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang turun 1,08 persen ke 4.580, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang melemah 1,06 persen ke harga 3.750.

Sementara itu, saham-saham yang mencatat kenaikan tertinggi di Indeks Bisnis-27 kembali dipimpin oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang naik 2,85 persen atau 200 poin ke level 7.225.

Kemudian menyusul di belakangnya saham MDKA, TBIG, ANTM, dan ESSA yang naik masing-masing 2,62 persen, 2,6 persen, 2,27 persen, dan 1,36 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BISNIS 27 adro amrt
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top