Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Niat Ungkap Bahaya Penipuan Kripto, Influencer Ini Raup Bitcoin Senilai Rp1,5 Miliar

Influencer kripto FatManTerra meraup Rp1,5 miliar dari investasi bodong kripto. Tapi, dikembalikan lagi karena sebagai pembelajaran bahaya penipuan kripto.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 07 September 2022  |  15:53 WIB
Niat Ungkap Bahaya Penipuan Kripto, Influencer Ini Raup Bitcoin Senilai Rp1,5 Miliar
Investor memantau pergerakan harga kripto melalui ponselnya di Jakarta, Minggu (20/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Influencer kripto FatManTerra mengklaim telah mengumpulkan mata uang kripto (cryptocurrency) lebih dari US$100.000 atau Rp1,5 miliar dalam skema investasi bodong. Namun, ia menyebut bahwa tujuan dari tindakannya itu untuk memberi pelajaran kepada orang-orang tentang bahaya penipuan kripto.

FatManTerra menjalankan aksinya itu di Twitter dengan dengan cara menawarkan investasi kripto. Influencer ini memang telah memiliki sekitar 101.100 pengikut di Twitter dan sebagian besar pengikutnya dikenal sebagai mantan pendukung kripto Terra yang telah runtuh US$40 miliar pada Mei.

FatManTerra mengatakan kepada pengikutnya bahwa dia telah menerima akses ke lahan bitcoin dengan hasil yang tinggi. Ia mengatakan bahwa orang dapat mengirim pesan kepadanya jika mereka menginginkan peluang dari ladang kripto itu.

“Saya sudah memaksimalkan apa yang saya bisa, jadi ada beberapa alokasi yang tersisa dan saya pikir saya akan meneruskannya, prioritas akan diberikan kepada korban Terra,” ujarnya dikutip dari Cointelegraph Rabu (7/9/2022).

Kemudian, dalam waktu dua jam ia telah menerima 3,45 bitcoin dari pengguna Twitter dan 2 bitcoin dari Discord dengan nilai US$100.000. Namun, ia telah mengembalikan uang kiriman yang ia klaim untuk investasi kripto itu.

Menurutnya, tujuannya menawarkan investasi hanya untuk pembelajaran bahaya penipuan kripto. Ia mengimbau agar komunitas kripto berhati-hati terhadap sejumlah pihak termasuk influencer yang menjanjikan investasi kripto.

Diketahui, tahun ini memang telah marak terjadi kasus penipuan atau kejahatan siber lainnya yang menyasar kripto. Berdasarkan laporan dari perusahaan analisis blockchain Chainalysis, antara Januari dan Maret 2022, penjahat siber telah mencuri US$1,3 miliar cryptocurrency. Sementara, hampir 97 persen di antaranya dicuri dari platform platform keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance/DeFi).

Menurut analisis dari perusahaan keamanan blockchain CertiK, sejak awal tahun ini sudah ada lebih dari US$1,6 miliar kripto yang telah dieksploitasi dari ruang DeFi. Angkanya melebihi total kripto curian pada 2020 dan 2021 jika digabungkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mata uang kripto penipuan
Editor : Fahmi Ahmad Burhan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top