Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Nantikan Rilis Inflasi AS, Pasar Kripto Melemah

Rabu (10/8/2022), harga Bitcoin (BTC) terpantau turun 3,89 persen selama 24 jam terakhir ke level US$22.953,40.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 Agustus 2022  |  12:58 WIB
Investor Nantikan Rilis Inflasi AS, Pasar Kripto Melemah
Ilustrasi Bitcoin. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto terpantau melemah seiring dengan sikap investor yang menanti rilis data inflasi AS.

Mengutip data CoinMarketCap, Rabu (10/8/2022), harga Bitcoin (BTC) terpantau turun 3,89 persen selama 24 jam terakhir ke level US$22.953,40.

Sementara itu, harga sejumlah altcoin terpantau ikut melemah, yakni Ethereum (ETH) terkoreksi 5,44 persen menjadi US$1.679,97, solana (SOL) anjlok 7,12 di level US$39,58, dan Cardano (ADA) juga turun 4,93 persen ke posisi US$0,5098.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan pasar kripto mulai kehabisan tenaga untuk menguat sejak Selasa (9/8/2022) sore. Sejumlah faktor menjadi penyebab pasar berbalik arah, seperti volume perdagangaan yang belum menunjukan peningkatan yang signifikan hingga antisipasi perilisan data inflasi AS untuk bulan Juli.

Ia menjelaskan, keyakinan investor sudah mulai goyah setelah melihat bahwa penguatan aset kripto tidak dibarengi dengan kenaikan volume perdagangan. Kemudian, dari sisi teknikal investor gagal mempertahankan nilai BTC di level psikoogisnya US$23.000.

“Kemudian, sentimen yang paling utama adalah investor sedang siap-siap perilisan CPI atau data inflasi AS,” kata Afid dikutip dari keterangan resminya.

Afid menambahkan, pelemahan aset kripto pagi ini sejalan dengan volume perdagangan harian yang cukup rendah dibanding hari-hari sebelumnya. Hal tersebut menjadi indikasi investor tengah memasang sikap bertahan atau wait and see.

Investor sedang galau atau memang kurang yakin dengan arah pergerakan harga aset kripto saat ini, sehingga susah bersikap terlalu bullish dalam price actions. Apalagi, perilisan data inflasi Juli AS akan dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus.

“Jika data inflasi AS melebihi proyeksi 8,7 persen, maka ada kemungkinan The Fed akan semangat mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin di rapat FOMC berikutnya. Dampaknya, situasi pemulihan ekonomi akan melambat dan pasar investasi berisiko, seperti kripto akan terus tertekan,” jelasnya.

Dari perspektif teknikal, perdagangan Bitcoin tengah menurun di bawah garis trennya. Hal ini mengindikasikan ada keyakinan terbatas dalam pergerakan harga lebih rendah.

“Jika Bitcoin gagal merebut kembali tren di level US$22.930, tampaknya akan diposisikan mengalami penurunan yang signifikan. Level support terdekat kini berada dikisaran US$22.000,” jelas Afid.

Sementara, Ethereum harus bertahan di kisaran US$1.690 - US$1.700 untuk membuka peluang bergerak bullish. Namun, tekanan pasar saat ini dapat mendorong ETH ke level US$1.580.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin aset kripto Ethereum
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top