Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Manuver Grup Bakrie Hingga Investasi VW dan Ford

VKTR menyepakati kerja sama dengan PT Tambang Nikel Sulteng (TNS) dalam upaya penyediaan pasokan bijih nikel untuk kendaraan listrik.
Nurbaiti
Nurbaiti - Bisnis.com 22 Juli 2022  |  15:34 WIB
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Manuver Grup Bakrie Hingga Investasi VW dan Ford
Logo PT Bakrie & Brothers - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perluasan pasar sektor hulu hingga hilir untuk penggunaan kendaraan listrik terus digenjot oleh Grup Bakrie, melalui anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR), PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR).

Hal itu sejalan dengan potensi investasi baterai listrik di Indonesia yang makin potensial. Misalnya saja, belum lama ini Hon Hai Technology Group atau biasa  Foxconn yang berbasis di Taiwan akan memulai investasinya yang mencapai US$8 miliar atau Rp114 triliun pada paruh kedua tahun ini. Proyek ini akan dibangun di Batang.

Produsen iPhone ini berkomitmen untuk membangun fasilitas pembuatan baterai listrik, termasuk sel baterai, modul baterai, dan baterai. Produksi juga mencakup kendaraan listrik roda empat, kendaraan listrik roda dua, dan bus listrik (e-bus).

Tak hanya itu, sebelumnya juga nyaring terdengar kabar penanaman modal oleh produsen kendaraan listrik terbesar dunia, Tesla, meskipun hingga saat ini belum ada kepastian baru terkait dengan kabar tersebut.

Terbaru, VKTR menyepakati kerja sama dengan PT Tambang Nikel Sulteng (TNS) dalam upaya penyediaan pasokan bijih nikel. Hal tersebut bisa menjadi tindak lanjut dari langkah Grup Bakrie dalam memacu ekspansinya di bisnis kendaraan listrik.

Ulasan tentang manuver Grup Bakrie yang makin ekspansif di bisnis kendaraan setrum, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.

Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Jumat (22/7/2022):

 

1. Mengintip Sektor Potensial Kala Ruang Kredit Bank Kian Lebar

Ruang perbankan untuk memacu penyaluran kredit sepanjang tahun ini semakin terbuka seiring dengan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,5 persen. Perbankan cukup optimistis, penyaluran kredit berpotensi tumbuh hingga dua digit.

BI memproyeksikan kredit perbankan sepanjang tahun ini tumbuh hingga 9-11 persen. Perkiraan angka tersebut meningkat dari target awal tahun yang dipatok hanya tumbuh hingga 6-8 persen. Adapun, realisasi kredit nasional per Juni 2022 telah mencapai dobel digit, yakni yakni 10,66 persen year-on-year (yoy).

Sementara kredit sebesar 10,66 persen pada Juni 2022 diikuti dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), yang tetap terjaga di kisaran 3,04 persen secara bruto dan 0,85 persen secara neto.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan perbaikan penyaluran kredit ditopang oleh kredit produktif meliputi kredit modal kerja dan kredit investasi, serta sebagian besar sektor ekonomi.

Pertumbuhan ini tercatat menjadi yang tertinggi sepanjang tahun berjalan. Pada awal 2022, kredit perbankan mengalami pertumbuhan sebesar 5,5 persen yoy, kemudian meningkat menjadi 6,33 persen per Februari dan 6,67 persen yoy pada Maret 2022.

Memasuki April, penyaluran kredit perbankan bertumbuh sebesar 9,1 persen yoy. Adapun, memasuki bulan Mei, realisasi kredit perbankan sedikit menurun menjadi 9,03 persen yoy.

 

2. Manuver Grup Bakrie (BNBR) Ekspansif di Bisnis Kendaraan Setrum

PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) melalui anak usahanya, PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dan PT Mayasari Bakti, meluncurkan sejumlah 30 unit bus listrik VKTR-BYD sebagai bagian dari armada Transjakarta dan telah hilir mudik di jalanan melayani transportasi warga Jakarta.

Ke depan, perseroan akan memperluas jangkauan produk VKTR ke daerah-daerah lain selain DKI Jakarta. Saat ini, VKTR tengah memacu kerja sama dengan berbagai pihak, sebagai salah satu strategi perseroan untuk melakukan lokalisasi teknologi dan pengembangan ekosistem elektrifikasi transportasi untuk produk-produk manufakturnya.

Selain dengan BYD Auto, VKTR telah menandatangani kerja sama dengan produsen baterai ramah lingkungan asal Inggris BritishVolt, perusahaan karoseri Tri Sakti, perusahaan teknologi heavy mobility dari Inggris Equipmake, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, PT Jasa Sarana, dan sejumlah pihak lainnya. VKTR juga telah menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan karoseri tanah air, Tri Sakti.

 

3. Pesona Andaman Gairahkan Hulu Migas, Aceh Bakal Jadi Primadona

Ibarat mendapatkan vitamin tambahan, industri hulu minyak dan gas bumi di Tanah Air kembali bergairah untuk melakukan berbagai kegiatan eksplorasi, terutama di perairan Aceh.

Sejumlah perusahaan migas global disebut menunjukkan ketertarikannya untuk kembali berinvestasi di Indonesia. Beberapa perusahaan bahkan dilaporkan telah melakukan kajian data cadangan migas di dalam negeri.

Hal itu lantaran ditemukannya gas sebesar 27 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) dan 1.884 barel kondensat per hari (bopd) di Blok Andaman II yang terletak 150 kilometer lepas pantai Aceh oleh Premier Oil Andaman Ltd.

Kawasan perairan Aceh pun kemudian menjadi perbincangan. Dengan adanya potensi sumber daya gas bumi di masing-masing Blok Andaman I, II, dan III sekitar 6 triliun kaki kubik (TCF), perairan Aceh disebut bakal memiliki sumber daya gas terbesar di dunia.

Temuan ini tentunya menjadi harapan baru bagi Indonesia di tengah disrupsi pasokan energi dan tren kenaikan harga komoditas, terlebih capaian investasi migas juga terus merosot sejak 2014.

 

4. Tahan Suku Bunga, BI Pilih Selamatkan Pertumbuhan Dulu

Bank Indonesia (BI) lebih memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) dalam pertemuan pada Rabu (21/7/2022). Sikap yang kontras dengan rekan bank sentral lainnya itu diputuskan meskipun proyeksi inflasi meningkat di atas 4,5 persen.

Sikap BI menunjukkan bahwa Indonesia tidak perlu terburu-buru mengikuti tren kenaikan suku bunga yang dimulai oleh Federal Reserve dan bank sentral di negara maju lainnya hingga merembet ke kawasan Asia.

Keputusan itu di luar ekspektasi para analis yang meyakini keluar dari kebijakan moneter longgar, mengikuti yang dilakukan oleh bank sentral di negara Asean, seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20 - 21 Juli mengatakan bank sentral mempertahankan suku bunga pada tingkat 3,50 persen.

Dia menyampaikan bahwa keputusan tersebut konsisten dengan perkiraan inflasi yang masih terkendali di tengah risiko dampak perlambatan ekonomi global.

 

5. Investasi Melesat, Penjajakan dengan VW dan Ford Berlangsung

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia masih menjadi magnet investasi bagi investor asing. Kabar baik ini juga ditambah peluang investasi dengan produsen otomotif asal Amerika dan Eropa yang sedang tahap penjajakan.

Pemulihan ekonomi Indonesia semakin solid setelah realisasi investasi  kuartal II/2022 menunjukkan realisasi yang di luar ekspektasi. Realisasi penanaman modal tercatat Rp282,4 triliun pada kuartal II/2022, melesat 35,5 persen secara tahunan dan tumbuh 7 persen secara kuartalan.

Investor asing masih mendominasi dengan nilai Rp 310,4 triliun atau 53,1 persen dari total realisasi investasi sepanjang semester I/2022 senilai Rp584,6 triliun. Singapura, China, dan Hong Kong masih menduduki posisi teratas sebagai negara dengan investasi terbesar pada kuartal lalu.

Dalam konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan II Tahun 2022 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Rabu (20/7/2022), Bahlil menyampaikan kabar baik yang bisa membuat industri semringah.

Bahlil memastikan Volkswagen (VW), pabrikan otomotif asal Jerman akan melakukan investasi terkait kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia pada tahun ini. Rencananya, VW akan melakukan investasi di Sulawesi dan prekursor katode akan dibangun di Batang, Jawa Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suku Bunga Andaman investasi migas bnbr Kendaraan Listrik

Sumber : Bisnisindonesia.id

Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top