Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Charoen Pokphand CPIN Raih Kredit Sindikasi Rp9 Triliun dari Bank DBS Indonesia Cs

Emiten perunggasan yang mendominasi pasar pakan ternak di Indonesia, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), telah menandatangani fasilitas kredit sindikasi bergulir (syndicated revolving credit facilities) senilai US$ 200 juta dan Rp6 triliun.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) telah menandatangani fasilitas kredit sindikasi bergulir (syndicated revolving credit facilities) senilai US$ 200 juta dan Rp6 triliun yang difasilitasi oleh 22 bank di mana PT Bank DBS Indonesia berperan sebagai salah satu co-coordinator dan lender untuk transaksi ini. Bisnis-Himawan L. Nugraha.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) telah menandatangani fasilitas kredit sindikasi bergulir (syndicated revolving credit facilities) senilai US$ 200 juta dan Rp6 triliun yang difasilitasi oleh 22 bank di mana PT Bank DBS Indonesia berperan sebagai salah satu co-coordinator dan lender untuk transaksi ini. Bisnis-Himawan L. Nugraha.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perunggasan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) telah menandatangani fasilitas kredit sindikasi bergulir (syndicated revolving credit facilities) senilai US$ 200 juta dan Rp6 triliun yang difasilitasi oleh 22 bank.

Dengan estimasi rupiah Rp15.000 per dolar AS, kredit sindikasi US$200 juta setara dengan Rp3 triliun sehingga total kredit yang disepakati sekitar Rp9 triliun. PT Bank DBS Indonesia berperan sebagai salah satu co-coordinator dan lender untuk transaksi ini.

Transaksi serupa dijalankan secara reguler oleh CPIN dan kerja sama ini merupakan transaksi kedelapan CPIN guna mendukung kebutuhan umum perusahaan.

Dalam perjalanannya, Bank DBS Indonesia menjalin relasi yang baik dengan CPIN dan sudah berpartisipasi sejak transaksi sindikasi pertama pada 2007.

Corporate Banking Head Bank DBS Indonesia Kunardy Lie mengatakan sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan positif (purpose-driven bank), Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi positif bagi masyarakat, termasuk dalam pemberian pinjaman sindikasi kepada CPIN.

Peran Bank DBS Indonesia sebagai co-coordinator dalam pemberian pinjaman kepada CPIN kali ini mendorong perseroan untuk melakukan kolaborasi strategis serupa di berbagai industri.

“Hal itu dilakukan guna memberikan dampak positif bagi industri, masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Kunardy dalam siaran pers, Kamis (7/7).

Untuk diketahui, CPIN beroperasi secara komersial sejak 1972. CPIN bergerak dalam bidang pakan ayam, pengembangbiakan dan budidaya ayam pedaging beserta pengolahannya, dan produksi makanan olahan.

Selain itu, CPIN juga melakukan pelestarian ayam termasuk unit cold storage, penjualan pakan unggas, ayam, dan bahan dari sumber hewani di Indonesia.

Kerja sama antara CPIN dan Bank DBS Indonesia ini dilakukan untuk menumbuhkan serta mengukuhkan posisi CPIN sebagai pelaku usaha unggas yang paling terintegrasi secara vertikal (vertically-integrated poultry player) di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper