Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KKN di Desa Penari Tembus 7 Juta Penonton, Berapa Keuntungan MD Pictures?

Film garapan MD Pictures KKN di Desa Penari berhasil meraih lebih dari 7 juta penonton setelah 19 hari tayang dan menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 20 Mei 2022  |  17:29 WIB
KKN di Desa Penari Tembus 7 Juta Penonton, Berapa Keuntungan MD Pictures?
Poster film KKN di Desa Penari - MD Pictures
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Film garapan PT MD Pictures Tbk. (FILM), KKN di Desa Penari berhasil meraih lebih dari 7 juta penonton setelah 19 hari tayang dan menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Produser film sekaligus Direktur Utama MD Pictures Manoj Punjabi menyampaikan ucapan terima kasih kepada penonton yang turut menyaksikan film KKN di Desa Penari, sebab film yang disutradarai Awi Suryadi ini tembus tujuh penonton dan menjadi film terlaris sepanjang masa.

“Badarawuhi toh bikin kaget. Aku kaget lho saya baru mau bilang 7 juta, Badarawuhi keluar,” kata Manoj dikutip dalam Instagram @mdpictures_official, Jumat (20/5/2022).

Pengumuman ini disampaikan langsung produser KKN di Desa Penari di akun Instagram miliknya sekaligus akun official filmnya.

"Saya sangat bersyukur karena film KKN di Desa Penari mendapatkan sambutan yang luar biasa. Berkat dukungan kalian film KKN di Desa Penari sudah tujuh juta penonton," kata Manoj Punjabi.

Menurut catatan Bisnis, bujet produksi dari film KKN di Desa Penari pun tidak main-main untuk proses penggarapannya. Penyebabnya, Manoj pernah membeberkan biaya produksi film ini sebesar Rp15 miliar yang belum termasuk biaya promosi. 

"Dulu [proses penggarapan film] itu bujetnya sekitar Rp15 miliar, itu untuk production. Belum termasuk biaya marketing yang juga tinggi," katanya.

Sebelumnya, saat diwawancarai oleh Bisnis, Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf juga menyampaikan cara sederhana untuk mengecek jumlah pendapatan sebuah produksi film Indonesia.

Dia menjelaskan, produser mendapatkan jatah rata-rata Rp 15.000 untuk satu lembar tiket bioskop yang terjual. Angka itu itu kemudian dikalikan dengan jumlah penonton filmnya untuk memperoleh pendapatan dari film tersebut.

"Pendapatan sudah bisa dicek dari angka jumlah penonton. Produser dapat Rp 15.000. Jadi kalau film seperti Warkop DKI yang 6,8 juta penontonnya, itu dikali Rp 15.000, berapa? Ratusan miliar kan," katanya dalam wawancara di sela acara Indonesia Film Business Outlook 2019 di Artotel, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Alhasil, apabila melakukan kalkulasi secara mandiri setelah film KKN di Desa Penari ini tembus 7 juta penonton di bioskop, maka untuk keuntungan yang diperoleh produser untuk setiap tiket di bioskop adalah Rp15.000 sehingga total bruto atau pendapatan kotor yang diperoleh adalah Rp7 juta x Rp17.000 = Rp105 miliar. 

Selanjutnya, dari keuntungan tersebut akan dikurangi biaya produksi Rp15 miliar dan biaya promosi yang ditaksir di angka Rp10 miliar, maka Rp105 miliar dikurangi Rp25 miliar adalah Rp80 miliar.

Manoj pun menyampaikan, belum bisa memperkirakan jumlah pendapatan yang diterima dari hasil pemutaran filmnya. Namun, dirinya mengaku jumlah tersebut sudah menutupi ongkos produksi.

"Kalau masalah pendapatan saya rasa bisa kira-kira di kalkulasikan sendiri. Harga tiket yang paling murah sekitaran Rp40.000—45.000 jika dikalikan dengan 6 juta saja sudah berapa. Namun, ini bukan hanya keuntungan untuk MD Picture saja, tetapi juga untuk bioskop dan perfilman Indonesia," pungkasnya pada acara Power Breakfast IDX Channel di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Pada penutupan perdagangan Jumat (20/5/2022), saham FILM naik 7,84 persen atau 100 poin menjadi Rp1.375. Sebulan terakhir, saham MD Pictures naik 32,21 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film Kinerja Emiten md pictures KKN Di Desa Penari
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top