Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Rokok Naik, Laba Gudang Garam (GGRM) Mengebul hingga Rp5,6 Triliun

PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp5,6 triliun atau setara Rp2.913 per lembar saham.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 17 Mei 2022  |  12:58 WIB
Harga Rokok Naik, Laba Gudang Garam (GGRM) Mengebul hingga Rp5,6 Triliun
Manajemen PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyampaikan rencana kerja perseroan dalam paparan publik, Kamis (9/9 - 2021). Bisnis/Dwi Niken Tari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp5,6 triliun atau setara Rp2.913 per lembar saham.

Mengutip laporan keuangan perseroan, Selasa (17/5/2022) Gudang Garam tercatat meningkatkan penjualan pada 2021 sebesar 9,1 persen menjadi Rp124,9 triliun.

Harga rokok rata-rata per batang meningkat 1,0 persen untuk kategori sigaret kretek tangan (SKT) dan 7,5 persen untuk sigaret kretek mesin (SKM). Peningkatan tersebut berasal dari penyesuaian harga jual secara bertahap sepanjang tahun 2021.

Berdasarkan data Nielsen, pangsa pasar Gudang Garam pada 2021 sebesar 27,1 persen, naik sedikit dari tahun sebelumnya sebesar 26,6 persen.

Volume penjualan juga tercatat meningkat 1,5 persen menjadi 91,1 miliar batang pada 2021. Sementara pada 2020, volume penjualan sempat menurun 6,5 persen.

Adapun rincian volume penjualan di kategori SKM full flavor (FF) sebesar 4,5 persen menjadi 79,8 miliar batang. Segmen ini berkontribusi 87,6 persen dari total volume penjualan pada 2021.

Sementara itu, volume penjualan SKT pada 2021 turun 1 persen menjadi 9 miliar batang. Kinerja segmen SKT berkontribusi 9,8 persen dari total volume penjualan.

Sedangkan volume penjualan segmen SKM low tar nicotine (LTN) turun secara signifikan sebesar 45,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 2,3 miliar batang. Hal ini akibat beralihnya konsumen ke segmen rokok dengan harga lebih murah.

Dari total pendapatan penjualan pada 2021, penjualan rokok menyumbang porsi sebesar 98,6 persen, sedangkan sisanya berasal dari penjualan kertas karton dan lainnya. Penjualan dalam negeri mencapai 98,6 persen dari total pendapatan penjualan, selebihnya adalah penjualan ekspor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laba bersih Harga Rokok Kinerja Emiten gudang garam
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top