Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Dolar AS Masih Bullish, Investor Waktunya Akumulasi

Posisi indeks dolar AS saat ini merupakan level tertinggi selama 20 tahun.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 08 Mei 2022  |  21:24 WIB
Uang dolar dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (26/4/2022) Bisnis - Himawan L Nugraha
Uang dolar dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (26/4/2022) Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – The Fed menaikkan suku bunga 50 basis poin pada Kamis, 4 Mei 2022 lalu. Hal ini diyakini bisa menjadi pendorong dolar AS untuk tetap dalam posisi bullish.

Mengutip data Bloomberg, Minggu (8/5/2022), indeks dolar AS pada perdagangan terakhir ditutup turun 0,09 persen namun masih dalam posisi tinggi di 103,65 setelah sempat menyentuh 104,06. Posisi indeks dolar AS saat ini merupakan level tertinggi selama 20 tahun.

Analis Komoditas dan Founder Traderido.com Wahyu Laksono mengatakan, kenaikan suku bunga karena inflasi AS lebih dari 8 persen dan pasar tenaga kerja yang mengetat mengalahkan kontraksi PDB pada kuartal pertama.

“Dolar AS masih potensial bullish terhadap semua,” jelasnya kepada Bisnis, Minggu (8/5/2022).

Selain itu belanja konsumen AS tetap kuat dan kontribusi dari investasi tetap solid dan akan berlanut hingga kuartal II/2022.

“Dolar juga akan naik signifikan jika Powell meremehkan kecemasan pertumbuhan dan fokus untuk menjinakkan inflasi. Terutama terkait lockdown China yang berpengaruh pada rantai pasokan,” lanjutnya.

Namun, masih ada sejumlah sentimen membayangi, di antaranya ancaman inflasi yang masih tinggi, ancaman rantai pasokan yang masih gawat apalagi China masih lockdown, dan urusan Rusia Ukraina yang masih panjang tak kunjung usai.

Terhadap rupiah, Wahyu mengatakan bakal menekan rupiah melemah pada pembukaan perdagangan esok hari.

“Tapi pelemahan rupiah akan terbatas karena justru kita punya posisi fundamental kuat didukung komoditas,” ungkapnya.

Bagi investor dolar AS, Wahyu merekomendasikan untuk akumulasi mata uang tersebut. Sebab menurutnya, terbuka potensi bagi indeks dolar AS untuk melaju ke arah 110.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as Rupiah Suku Bunga the fed
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top