Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pefindo: Pipeline Surat Utang Korporasi Rp66,87 Triliun, Cek Detilnya!

Perusahaan dari sektor konstruksi dan keuangan mendominasi pipeline pemeringkatan surat utang korporasi yang diterima PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sampai akhir Maret 2022.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 19 April 2022  |  13:00 WIB
Pefindo: Pipeline Surat Utang Korporasi Rp66,87 Triliun, Cek Detilnya!
Karyawati beraktivitas di kantor PEFINDO Biro Kredit (IdScore), Jakarta, Senin (11/10/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan dari sektor konstruksi dan keuangan mendominasi pipeline pemeringkatan surat utang korporasi yang diterima PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sampai akhir Maret 2022.

Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo Niken Indriarsih menyampaikan bahwa Pefindo telah mengantongi mandat pemeringkatan surat utang korporasi yang rencananya diterbitkan senilai Rp66,87 triliun per 31 Maret 2022. Mandat tersebut berasal dari 45 perusahaan BUMN maupun  non-BUMN.

 “Secara sektor ada industri pembiayaan, industri bubur kertas dan tisu, perbankan, telekomunikasi, dan properti masuk 6 besar. Sementara dari sisi jenis surat utang, penawaran umum berkelanjutan [PUB] emisi barunya hampir Rp19,75 triliun dan obligasi Rp15,45 triliun,” kata Niken dalam paparan daring, Selasa (19/4/2022).

Adapun penerbitan surat utang secara nasional sepanjang kuartal I/2022 mencapai Rp40,36 triliun, meningkat sekitar 73,8 persen dibandingkan dengan jumlah emisi sepanjang kuartal I/2021 sebanyak Rp23,21 triliun. Dari nilai tersebut, sebanyak Rp31,82 triliun mendapat pemeringkatan dari Pefindo dan sisanya dari lembaga pemeringkat lain.

 “Kami melihat situasi pada awal 2021 sudah jauh lebih baik daripada 2020 dan di awal 2022 ini penerbitan surat utang naik signifikan daripada tahun lalu dan lebih baik” katanya.

Penerbitan surat utang selama periode ini didominasi oleh perusahaan non-BUMN. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan penerbitan surat utang oleh perusahaan non-BUMN mencapai Rp31,82 triliun. Sementara itu, penerbitan oleh perusahaan BUMN pada kuartal I/2022 sebesar Rp4,21 triliun.

Berdasarkan sektornya, perusahaan multifinance paling banyak menerbitkan surat utang mencapai Rp9,96 triliun. Berikutnya sektor pulp and paper menerbitkan surat utang senilai total Rp8,25 triliun dan perusahaan konstruksi senilai Rp3,81 triliun.

Berikut pipeline pemeringkatan yang diterima Pefindo per 31 Maret 2022:

No

Sektor

Jumlah Perusahan

Emisi Berdasarkan Kontrak (Rp miliar)

1

Industri Pembiayaan

4

14.737,70

2

Industri bubur kertas dan tisu

3

6.800

3

Perbankan

3

6.700

4

Telekomunikasi

2

5.600

5

Pertambangan

1

4.500

6

Properti

7

4.095

7

Multifinance

4

3.750

8

Jalan Tol

2

2.500

9

Konstruksi

2

2.500

10

Perdagangan & Distribusi

2

2.500

11

Media

1

2.200

12

Pembangkit Tenaga Listrik

1

1.500

13

Perkebunan

1

1.500

14

Transportasi

1

1.500

15

Rumah Sakit

2

1.350

16

Perusahaan Induk

2

1.250

17

Bandara

1

1.000

18

Kimia

1

1.000

19

Manufaktur

1

1.000

20

Sewa Transportasi

1

400

21

Jasa Pengaman

1

250

22

Perikanan

1

150

Total

45

66.872,70

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN pefindo korporasi surat utang
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top