Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gara-gara Cukai, Laba Bersih HM Sampoerna (HMSP) Turun 16 Persen

Emiten rokok PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) mencatatkan penurunan laba bersih menjadi Rp7,13 triliun, dari Rp8,5 triliun atau turun 16,83 persen.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 24 Maret 2022  |  19:05 WIB
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Mindaugas Trumpaitis (kedua kiri), mantan Direktur Keuangan Michael Sandritter (kiri), Direktur Keuangan William "Bill" Giff (kedua kanan) dan Direktur Urusan Eksternal Yos Adiguna Ginting berbincang seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (27/4/2017). - ANTARA FOTO/Adiguna
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Mindaugas Trumpaitis (kedua kiri), mantan Direktur Keuangan Michael Sandritter (kiri), Direktur Keuangan William "Bill" Giff (kedua kanan) dan Direktur Urusan Eksternal Yos Adiguna Ginting berbincang seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (27/4/2017). - ANTARA FOTO/Adiguna

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten rokok PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) mencatatkan penurunan laba bersih menjadi Rp7,13 triliun, dari Rp8,5 triliun atau turun 16,83 persen akibat cukai rokok.

Perseroan tercatat membukukan kinerja penjualan bersih Rp98,8 triliun di 2021. Penjualan ini naik 6,98 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp92,4 triliun.

Peningkatan penjualan perseroan didorong oleh segmen sigaret kretek mesin (SKM) yang naik 6,55 persen menjadi Rp65,2 triliun di 2021, dari Rp61,2 triliun. Selain SKM, penjualan sigaret kretek tangan (SKT) perseroan juga meningkat 6,64 persen dari Rp21,4 triliun, menjadi Rp22,8 triliun secara tahunan atau year on year (yoy).

Penjualan segmen sigaret putih perseroan juga meningkat. Penjualan sigaret putih mesin (SPM) naik 5,61 persen menjadi Rp9,42 triliun, dari Rp8,9 triliun. Begitu pula penjualan sigaret putih tangan (SPT) perseroan yang meningkat 3.114,5 persen dari Rp16,9 triliun, menjadi Rp544,8 triliun.

Akan tetapi, penjualan ekspor perseroan turun 29,53 persen dari Rp218,5 miliar di 2020, menjadi Rp154 miliar di 2021.

Naiknya penjualan bersih HMSP juga turut mengerek beban pokok penjualan perseroan 11,27 persen menjadi Rp81,9 triliun, dari Rp73,6 triliun. Peningkatan beban pokok perseroan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya pita cukai menjadi Rp65 triliun di 2021, dari Rp56,7 triliun di 2020.

Meningkatnya beban pokok penjualan ini membuat laba bruto perseroan turun 9,87 persen menjadi Rp16,9 triliun di 2021, dari Rp18,7 triliun dibandingkan 2020.

Hal tersebut juga turut membuat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk perseroan menjadi Rp7,13 triliun, dari Rp8,5 triliun atau turun 16,83 persen.

Hingga akhir 2021, HM Sampoerna membukukan peningkatan jumlah aset menjadi Rp53 triliun, dari Rp49,6 triliun dibandingkan akhir 2020. Jumlah aset perseroan meningkat akibat naiknya jumlah aset tidak lancar dari Rp8,5 triliun di 2020 menjadi Rp11,7 triliun di 2021.

Kemudian, jumlah liabilitas emiten berkode saham HMSP ini juga naik menjadi Rp23,8 triliun di akhir Desember 2021, dari Rp19,4 triliun di akhir Desember 2020. Liabilitas ini meningkat karena naiknya utang cukai dalam liabilitas jangka pendek dari Rp9,5 triliun di akhir 2020, menjadi Rp14,8 triliun di 2021.

Adapun jumlah ekuitas perseroan tercatat turun menjadi Rp29,1 triliun di 31 Desember 2021, dari Rp30,2 triliun di 31 Desember 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laba bersih hm sampoerna hmsp Kinerja Emiten Cukai Rokok
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top