Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

'Musim Dingin' Aset Kripto, Volume Perdagangan Mulai Melambat

Beberapa bursa pertukaran crytocurrency mencatatkan tanda-tanda yang cukup mengganggu pasar kripto, salah satunya investor mulai menghindar dari perdagangan karena kejatuhan harga yang semakin dalam.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 08 Januari 2022  |  09:43 WIB
Ilustrasi perdagangan Bitcoin. - Istimewa
Ilustrasi perdagangan Bitcoin. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah bursa pertukaran cryptocurrency mencatatkan tanda-tanda perlambatan pasar aset kripto, salah satunya investor yang mulai menghindar dari perdagangan karena makin anjloknya harga.

Misalnya saja, FTX.US, perusahaan perdagangan kripto asal Amerika Serikat, mencatat volume perdagangan yang lebih rendah di seluruh papan perdagangan pada minggu lalu.

"Bagi saya sepertinya kita berada dalam periode penurunan volume dan aktivitas perdagangan yang tenang setelah penurunan secara umum," Presiden FTX.US Brett Harrison mengatakan dalam sebuah wawancara,. seperti dikutip Bloomberg Sabtu (8/1/2022).

Mengikuti penurunan harga, lanjutnya, biasanya akan melihat banyak volume cepat dari investor yang menjual selama kepanikan pasar, tetapi kemudian periode penurunan volume yang lebih lama lantaran investor dari pasar setelah volatilitas. " Perlu ada kepercayaan lebih dari investor ritel agara volume perdagangan kripto kembali," kata Harrison.

Selanjutnya, Coinbase Global, Inc., bursa crypto AS terbesar, juga mengalami penurunan volume harian spot Bitcoin dalam seminggu terakhir, di mana Bitcoin turun dari sekitar US$47.000 menjadi US$40.634. Saham Coinbase ditutup pada US$232, turun dari setinggi US$357 pada bulan November.

Biaya perdagangan merupakan mayoritas pendapatan Coinbase. Saham Coinbase turun setelah melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang lebih rendah dari perkiraan pada bulan November, karena harga koin dan volume perdagangan yang lebih rendah.

"Penurunan harga dapat mendorong volume perdagangan yang lebih rendah ketika sampai pada titik yang membuat para pedagang enggan untuk terlibat. Ada kemungkinan harga aset digital menjadi datar seperti memasuki musim dingin kripto setelah penurunan harga," kata Owen Lau, seorang analis di Oppenheimer & Co.

Meskipun mungkin kuartal pertama mungkin menjadi "musim dingin kripto mini" lainnya, Lau menilai tampaknya ada tren naik karena adopsi aset digital berlanjut. Harga mungkin juga turun begitu banyak sehingga terlihat murah dan menarik pembeli untuk kembali lagi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cryptocurrency aset kripto

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top