Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

The Fed Kian Hawkish, Harga Bitcoin Makin Terbenam

Harga Bitcoin terpantau pada level US$42.505 pada awal perdagangan di Asia. Level tersebut merupakan harga terendah sejak awal Desember tahun lalu saat Bitcoin anjlok ke posisi US$42.296.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 Januari 2022  |  10:06 WIB
Ilustrasi Bitcoin - Bloomberg
Ilustrasi Bitcoin - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga Bitcoin anjlok ke level terendahnya sejak Desember 2021 seiring dengan ekpektasi kenaikan suku bunga acuan Federal Reserves.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (6/1/2022), harga Bitcoin terpantau pada level US$42.505 pada awal perdagangan di Asia. Level tersebut merupakan harga terendah sejak awal Desember tahun lalu saat Bitcoin anjlok ke posisi US$42.296.

Adapun, harga aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia tersebut telah melesat sekitar 500 persen sejak akhir 2019 seiring dengan kemunculan paket stimulus yang dikeluarkan negara-negara untuk menghadapi pandemi virus corona.

Aset kripto lain seperti Ether juga terpantau terkoreksi ke level harga yang terakhir terlihat pada 13 Oktober lalu. Harga aset kripto pada aplikasi decentralized finance (DeFi) seperti Uniswap dan Aave juga terpantau menurun.

Analis Aset Digital di Fundstrat Sean Farrell dan Will McEvoy dalam laporannya menjelaskan pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek akan cenderung volatil dan berisiko untuk investor. Meski demikian, mereka mengatakan investor dapat membeli Bitcoin untuk jangka panjang melalui strategi derivatif.

“Dengan kondisi makro saat ini, pengaruh dalam pasar Bitcoin, dan ketahanan aset-aset kripto alternatif, kami merekomendasikan overweight untuk Ethereum dan kontrak aset lainnya,” demikian kutipan laporan tersebut.

Fluktuasi pada aset kripto belakangan ini terjadi ditengah periode fluktuatif di pasar keuangan. Kenaikan inflasi memaksa bank sentral di berbagai negara untuk memperketat kebijakan moneter yang mengancam tingkat likuiditas beragam aset.

Stephane Ouellette, CEO dan Pendiri platform kripto FRNT Financial Inc mengatakan kebijakan The Fed saat ini mengindikasikan nada hawkish. Menurutnya, respon pasar kripto terhadap sentimen ini cenderung reaktif ditengah beragam katalis lain seperti inflasi, nilai penyimpanan, dan lainnya.

Bitcoin sempat menyentuh level harga tertingginya sepanjang sejarah atau all time high pada kisaran US$69.000 November lalu. Sejak tahun 2016, harga Bitcoin telah meroket lebih dari 4.700 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency aset kripto
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top