Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mitratel (MTEL) dan Alita Berkongsi Bangun 6.000 Km Kabel Optik

Kedua perseroan akan melakukan pembangunan dan pemasaran terhadap 6.000 kilometer jaringan serat optik khususnya di wilayah Sulawesi, Sumatera dan Jawa.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 27 Desember 2021  |  20:34 WIB
(Kiri ke Kanan) Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Utama Mitratel dan Teguh Prasetya, Direktur utama Alita - Dok.Perusahaan.
(Kiri ke Kanan) Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Utama Mitratel dan Teguh Prasetya, Direktur utama Alita - Dok.Perusahaan.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel dan PT Alita Praya Mitra (Alita) melakukan kerjasama pembangunan dan penyewaaan 6.000 kilometer jaringan serat optik secara nasional.

Direktur Utama Alita Praya Mitra Teguh Prasetya mengatakan perjanjian kerja sama itu merupakan satu bentuk kolaborasi dalam mewujudkan sinergi antara kedua perusahaan untuk meningkatkan penetrasi fiberisasi di Indonesia.

"Layanan serat optik ini akan mendukung dan meningkatkan kualitas serta kuantitas implementasi internet baik mobile broadband melalui BTS 4G dan 5G, maupun fixed broadband FTTx,” ujarnya dalam keterangan resmi Senin (27/12/2021).

Kedua perseroan akan melakukan pembangunan dan pemasaran terhadap 6.000 kilometer jaringan serat optik khususnya di wilayah Sulawesi, Sumatera dan Jawa yang akan dibangun serta dioperasikan oleh Mitratel dan dikerjasamakan bersama Alita.

Adanya kerja sama ini diharapkan memperkuat jaringan serat optik untuk mendukung fiberisasi gelaran 5G secara lebih masif dan penguatan 4G yang dilakukan operator seluler guna meningkatkan kualitas layanan mobile broadband hingga mencapai kecepatan di atas 1 Gbps disisi penggunanya.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartokomenyampaikan bahwa kerjasama pembangunan jaringan serat optik antara Mitratel dengan Alita merupakan aksi organik sesuai rencana perseroan untuk memperkuat infrastruktur digital ecosystem di Indonesia.

“Pembangunan jaringan serat optik sepanjang 6.000 kilometer di 5 Provinsi akan mendukung fiberisasi sekitar 1.500 tower. Hal ini selaras dengan rencana dan program perseroan dalam mendukung implementasi teknologi 5G di Indonesia dan digital ecosystem termasuk IoT, small cell dan edge computing,” kata Theodorus.

Menurutnya selain melalui aksi organik pembangunan jaringan serat optik, perseroan telah melakukan kerjasama sewa jaringan serat optik milik Telkom Indonesia. Dia berharap dengan adanya portofolio serat optik di Mitratel dapat mendukung operator telekomunikasi dalam memaksimalkan kapasitas yang diperlukan guna mewujudkan transformasi digital di Indonesia.

Merujuk informasi yang disampaikan di prospektus Mitratel, sejumlah 11.851 tower Mitratel (51 persen) telah tersambung dengan jaringan serat optik. Artinya, pembangunan 6.000 kilometer tambahan jaringan baru ini akan semakin mempercepat pemenuhan kebutuhan para operator telekomunikasi untuk mengimplementasikan 5G di Indonesia.

Sementara saat ini Alita telah memiliki lebih dari 8.000 kilometer jaringan serat optik di berbagai wilaya di Tanah Air dan mendukung operator seluler dalam melakukan gelaran 5G di beberapa kota di Indonesia.

Adapun layanan serat optik yang diberikan Alita merupakan solusi menyeluruh melingkupi dan tidak terbatas pada penyediaan layanan fiber access network (FTTx), manage service, active network, smart pole, dan site access termination.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom mitratel kabel optik
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top