Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mayoritas Bursa Asia Reli, Investor FOMO Jelang Liburan Natal

Saham-saham di AS yang tertekan akibat aksi jual pada perdagangan Senin (21/12/2021) waktu setempat berbalik arah di sesi perdagangan Asia, dengan mengalami reli yang tajam.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 21 Desember 2021  |  12:42 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia sebagian besar menguat pada hari ini berkat gelombang short-covering yang mendongkrak indeks berjangka bursa Amerika Serikat (AS) di tengah likuiditas yang menipis.

Senior Market Analyst Asia Pacific OANDA Jeffrey Halley mengatakan, saham-saham di AS yang tertekan akibat aksi jual pada perdagangan Senin (21/12/2021) waktu setempat berbalik arah di sesi perdagangan Asia, dengan mengalami reli yang tajam. S&P 500 berjangka naik 0,60 persen, sementara Nasdaq berjangka melonjak 0,80 persen dan Dow Jones berjangka naik 0,50 persen.

“Hal itu jelas menyedot aliran uang fear of missing out (FOMO) dengan cepat ke pasar Asia,” tulis Jeffrey dalam risetnya, Selasa (21/12/2021).

Nikkei 225 Jepang telah melompat 2,05 persen lebih tinggi, sedangkan Kospi Korea Selatan hanya naik 0,20 persen, dengan Shanghai Composite China Daratan dan CSI 300 tidak berubah. Pemberitaan media setempat menyebutkan lebih banyak larangan pemerintah China akan segera diberlakukan, yang kemungkinan tidak mengejutkan siapa pun. Hong Kong telah rally moderat, naik 0,30 persen.

Sementara itu bursa Singapura telah meningkat 0,60 persen dan bursa Taipei menguat 0,55 persen, sementara Kuala Lumpur dan Jakarta cenderung tidak berubah atau mendatar. Manila 0,35 persen lebih rendah, sedangkan Bangkok telah menguat 0,60 persen. Pasar Australia juga bergabung dalam kegembiraan sebelum Natal, ASX 200 naik 0,55 persen.

Menurut Jeffry, investor Eropa kemungkinan akan cenderung berhati-hati di pasar saham dengan asumsi indeks berjangka AS mempertahankan kenaikan mereka.

Namun, dengan situasi omicron yang semakin gelap di Inggris, dan di Eropa secara umum dari hari ke hari, saya tidak mengharapkan banyak reli,” ujarnya.

Di pasar komoditas, pada sesi perdagangan Asia, pemulihan sentimen telah mengangkatnya harga emas sekitar 0,10 persen lebih tinggi menjadi US$1.792,30 per troy ounce.

Menurutnya, harga emas tidak memiliki momentum, dengan satu atau lain cara, untuk mempertahankan pergerakan terarah ke atas atau ke bawah. Kemungkinan, emas akan menghadapi perdagangan yang fluktuatif pada pekan ini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Bursa Asia omicron
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top