Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pefindo Ungkap Faktor yang Dapat Tingkatkan Peringkat Obligasi PNM

Peringkat obligasi berkelanjutan IV Tahun 2021 milik PNM adalah idAA, dan menurut Pefindo masih dapat meningkat.
Kantor PNM/pnm.co.id
Kantor PNM/pnm.co.id
Bisnis.com, JAKARTA — Pefindo menyematkan peringkat idAA terhadap obligasi berkelanjutan IV Tahun 2021 dari PT Permodalan Nasional Madani atau PNM. Peringkat tersebut dapat meningkat ke titik tertinggi, salah satunya jika terdapat dukungan lebih dari pemerintah.
Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Handhayu Kusumowinahyu dan Danan Dito menjelaskan bahwa prospek dari peringkat PNM adalah stabil. Keduanya pun menegaskan peringkat idAA untuk surat utang konvensional dan idAA(sy) untuk surat utang syariah yang masih beredar.
Handhayu dan Dito menjelaskan bahwa peringkat itu memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi dari Pefindo. Namun, peringkat idAA mencerminkan adanya kemampuan PNM untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.
"Peringkat dapat dinaikkan apabila Pefindo melihat kemungkinan dukungan yang lebih kuat dari pemerintah Indonesia," tulis Handhayu dan Dito dalam keterangan resmi yang dikutip pada Jumat (17/12/2021).
Pefindo pun menilai bahwa peringkat efek PNM dapat mencapai titik tertinggi, yakni idAAA apabila terdapat peningkatan profil bisnis perseroan. Hal itu pun harus disertai peningkatan kinerja keuangan PNM.
"Di sisi lain, Pefindo dapat menurunkan peringkat jika terdapat pengurangan material dalam dukungan dan komitmen dari pemerintah Indonesia. Tekanan penurunan tersebut juga dapat muncul jika PNM menghadapi penurunan signifikan dalam indikator keuangannya, tanpa indikasi dukungan yang kuat dari pemerintah Indonesia maupun BRI," tertulis dalam keterangan resmi.
Obligasi berkelanjutan IV PNM Tahap I Tahun 2021 mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada Senin (13/12/2021). Obligasi itu memiliki nominal Rp3 triliun yang terdiri dari tiga seri.
Sebelumnya, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan mulai merasakan berkah Holding BUMN Ultra Mikro dari sisi penurunan biaya dana atau cost of fund berbagai sumber pendanaan.
"Holding Ultra Mikro ini otomatis membuat rating PNM semakin bagus. Coba bandingkan sendiri [cost of fund] obligasi konvensional terbaru kami nanti di akhir tahun dengan yang sebelum-sebelumnya. Kami lihat minat investor juga masih tinggi karena sudah oversubscribed sampai tiga kali," ujar Arief kepada Bisnis, Rabu (1/12/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper