Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wajib Tahu! Hindari 4 Hal Ini Biar Gak Boncos saat Investasi Saham

Hindari herding behavior yakni mengambil keputusan hanya karena melihat sentimen mayoritas tanpa melakukan analisa yang mendalam.
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 26 November 2021  |  21:04 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham sudah lama dikenal sebagai ladang investasi yang high risk high return. Jika investor tidak pintar-pintar mengatur strategi, maka kerugiaan karena harga saham yang turun tak bisa terhindarkan. 

Pengamat pasar modal Rivan Kurniawan membagikan beberapa hal yang bisa membuat investor lebih cepat kehilangan uang dibandingkan mendatangkan saat berinvestasi di pasar modal.

1. Mindset Cepat Untung
Rivan menjelaskan ada pepatah yang menyebutkan bahwa pasar saham adalah alat untuk memindahkan uang dari orang yang tidak sabaran ke orang yang sabar.

"Itu kenapa orang yang mindset-nya ingin cepat kaya atau cepat untung biasanya akan lebih cepat kehilangan uang," jelasnya dalam kanal YouTube-nya, dikutip Jumat (26/11/2021).

2. Beli Saham Hype
Membeli suatu saham karena sedang hype atau ramai diperbincangkan salah satu cara cepat untuk rugi. Menurutnya investor yang membeli karena ikut-ikutan, tidak melakukan analisis dan memperhitungkan peluang risiko yang muncul.

"Dalam berinvestasi kita harus memperhitungkan risikonya terlebih dahulu baru bicara potensi keuntungannya, bukan sebaliknya," tegasnya.

3. Sering Cut Loss
Secara sederhana semakin sering investor melakukan cut loss modal yang dimiliki semakin lama akan berkurang. Menurut Rivan, investor yang sering cot loss biasanya tidak memiliki kepercayaan yang kuat karena kurang melakukan analisa.

Dia menjelaskan investor yang sudah melakukan analisa baik teknikal maupun fundamental akan lebih memiliki kepercayaan diri. Alhasil, ketika harga saham turun, investor tipe ini tidak akan takut, dan justru akan menilai itu adalah kesempatan.

4. Terlalu Mengikuti Arus
Rivan menyebutkan ada sebuah fenomena yang disebut herding behavior. Artinya, seorang investor mengambil keputusan hanya karena melihat sentimen mayoritas tanpa melakukan analisa yang mendalam.

Prinsip ini bertolak belakang dengan prinsip yang disebarkan oleh Warren Buffett, yaitu tamak ketika orang lain takut dan takut ketika orang lain tamak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

warren buffett investasi saham tips investasi
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top