Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sektor Unggas Tetap Cemerlang di Kuartal IV, Cermati Saham CPIN dan JPFA

Laporan dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia menjelaskan, salah satu katalis positif untuk emiten di sektor unggas adalah harga ayam pedaging (broiler) yang membaik. Hingga awal Oktober lalu, harga ayam broiler bergerak di kisaran Rp19.500 per kilogram setelah anjlok ke level Rp14.455 per kilogram pada Juli lalu.
Ilustrasi ayam broiler/Bisnis.com
Ilustrasi ayam broiler/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Tren positif kinerja emiten pada sektor unggas diproyeksikan terus berlanjut hingga akhir tahun.

Laporan dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia menjelaskan, salah satu katalis positif untuk emiten di sektor unggas adalah harga ayam pedaging (broiler) yang membaik.

Hingga awal Oktober lalu, harga ayam broiler bergerak di kisaran Rp19.500 per kilogram setelah anjlok ke level Rp14.455 per kilogram pada Juli lalu.

Sementara itu, harga anak ayam umur sehari atau day old chicken (DOC) juga terpantau naik pada akhir September lalu ke Rp6.888 per unit. Level ini naik 14 persen dibandingkan harga DOC pada Agustus 2021 pada Rp5.975 per unit.

“Kami memprediksi harga ayam broiler dan DOC menguat ke posisi Rp20.000 per kilogram dan Rp7.000 per unit dalam bulan mendatang,” demikian kutipan laporan tersebut, Senin (15/11/2021).

Prospek kinerja emiten di sektor unggas turut ditopang oleh prospek pemulihan permintaan terhadap daging ayam. Pemerintah memproyeksikan permintaan daging ayam akan naik 4 persen pada November 2021 menjadi 234,5 juta kilogram.

Pemulihan tersebut terjadi seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat yang terjadi setelah pelonggaran PPKM. Tren ini diyakini terus berlanjut pada kuartal IV/2021 seiring dengan pemulihan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.

Sentimen lain yang menopang sektor unggas adalah kebijakan pemangkasan penetasan telur berumur 19 hari sebanyak 94 juta telur yang telah dilakukan pada 9 Oktober – 13 November. Kebijakan ini dinilai akan menjaga harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) tetap tinggi.

Korea Investment & Sekuritas Indonesia menyematkan rating overweight untuk emiten unggas yang bersifat sebagai agregator. Hal ini seiring dengan kemampuan emiten seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menjaga profitabilitas ditengah kenaikan harga bahan baku pakan ternak.

“Kami merekomendasikan beli untuk saham CPIN dengan target harga Rp7.600 dan JPFA pada level harga Rp2.400,” demikian kutipan laporan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper