Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prodia (PRDA) Cetak Laba Bersih Naik 318 Persen per Kuartal III/2021

Kenaikan pendapatan dan laba bersih Prodia pada kuartal III/2021 ditopang oleh peningkatan permintaan pemeriksaan kesehatan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 November 2021  |  19:06 WIB
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) Dewi Muliaty (keempat kanan) bersama General Manager Divisi Enterprise Service Segment Healthcare & Welfare Service Telkom Umar Dani (dari kanan), Direktur Marketing & Sales Infomedia Andang Ashari, Direktur Prodia Andri Hidayat, dan Direktur Indriyanti R Sukmawati melakukan prosesi peluncuran Kontak Prodia di Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/9/2018). - JIBI/Rachman
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) Dewi Muliaty (keempat kanan) bersama General Manager Divisi Enterprise Service Segment Healthcare & Welfare Service Telkom Umar Dani (dari kanan), Direktur Marketing & Sales Infomedia Andang Ashari, Direktur Prodia Andri Hidayat, dan Direktur Indriyanti R Sukmawati melakukan prosesi peluncuran Kontak Prodia di Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/9/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten laboratorium PT Prodia Widyahusada Tbk. mencetak peningkatan pendapatan bersih sebesar 65,6 persen menjadi Rp1,99 triliun dan pertumbuhan laba bersih 318 persen menjadi Rp511,08 miliar hingga kuartal III/2021.

Margin laba bersih dan margin EBITDA masing-masing mengalami peningkatan menjadi sebesar 61,9 persen dan 37,4 persen.

Emiten berkode saham PRDA ini berhasil mencatatkan rasio lancar sebesar 736,1 persen dan rasio cepat sebesar 709,1 persen. Posisi keuangan perseroan tetap sehat dengan rasio total utang terhadap EBITDA operasional sebesar 0,63 kali dan total utang terhadap ekuitas sebesar 0,22 kali

Hingga September 2021, Prodia telah melayani 13,7 juta pemeriksaan kesehatan dengan komposisi lebih dari 80 persen terdiri dari tes esoterik (tes khusus/baru) dan tes rutin, serta 18 persen pemeriksaan terkait Covid-19 dan pemeriksaan kesehatan lainnya.

Pendapatan tes esoterik mengalami pertumbuhan 110,7 persen menjadi sebesar Rp828,69 miliar. Pendapatan tes rutin juga meningkat 45 perseb dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Jumlah kunjungan pelanggan juga mengalami peningkatan 37,6 persen menjadi lebih dari 2.683.905 orang per kuartal III 2021.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada kuartal III/2021 ditopang oleh peningkatan permintaan pemeriksaan kesehatan terutama pemeriksaan tes rutin untuk cek kesehatan secara umum dan tes esoterik termasuk tes genomik, yang mengalami pertumbuhan cukup baik.

"Kami fokus pada pencapaian kinerja profitabilitas, keunggulan operasional bisnis inti perseroan, optimalisasi penggunaan sistem teknologi informasi, serta mengembangkan layanan berbasis digital dengan memperhatikan customer experience melalui patient centric model," urainya dalam keterangan resmi, Selasa (2/11/2021).
 
PRDA terus mengupayakan kontribusi dalam membangun ekosistem kesehatan yang berkualitas sehingga dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya.

Total aset PRDA pada kuartal III 2021 tercatat meningkat menjadi Rp2,61 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Aset lancar menjadi Rp1,72 triliun dan Aset non lancar menjadi Rp890,88 miliar.

Sedangkan, total liabilitas meningkat menjadi Rp470,99 miliar. Adapun liabilitas jangka pendek mencapai Rp233,81 miliar dan liabilitas jangka panjang menjadi Rp237,19 miliar.

Total ekuitas naik menjadi sebesar Rp2,14 triliun dibandingkan tahun 2020 yang mencapai Rp1,78 triliun.

Dari sisi arus kas, PRDA berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi dalam posisi surplus pada kuartal III/2021 menjadi sebesar Rp591,73 miliar atau meningkat sebesar 119,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Peningkatan akun arus kas bersih dari aktivitas operasi ini terutamanya disebabkan oleh penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp1,98 triliun.

Dengan tingkat posisi kas dan setara kas sebesar Rp679,21 miliar, perseroan memiliki posisi keuangan yang solid untuk mendukung kesinambungan operasi dan pengembangan bisnis Perseroan.

Per September 2021, Prodia telah meluncurkan pemeriksaan genomik diantaranya Leukemia Phenotyping untuk mendeteksi tipe kanker darah pada pasien leukemia akut. NEUROgenomics merupakan pemeriksaan genomik yang digunakan untuk mengidentifikasi kerentanan genetik seseorang terhadap penyakit yang berkaitan dengan gangguan saraf seperti diantaranya penyakit alzheimer, skizofrenia, dan stroke.

“Fokus strategi Prodia sejak awal adalah mengembangkan tes pemeriksaan khusus dan terbaru sesuai perkembangan ilmu dan teknologi Lab kesehatan termasuk genomik, dan juga pemeriksaan kesehatan berbasis kesehatan individu,” tambah Dewi.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 257 outlet, termasuk di 127 kota di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten prodia klinik
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top