Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Didorong Ketatnya Pasokan, Minyak WTI Naik ke Level Tertinggi 7 Tahun

Minyak mentah West Texas Intermediate menguat hingga level tertinggi sejak Oktober 2014.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  06:16 WIB
Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden
Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak mentah mencapai level tertinggi sejak Oktober 2014 pada akhir perdagangan Senin (25/10/2021) karena pasokan global yang ketat dan penguatan permintaan bahan bakar di Amerika Serikat dan belahan dunia lainnya.

Dilansir Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember menguat 0,46 poin ke US$85,99 dolar AS per barel. Kontrak mencapai level tertinggi di US$86,70 per barel, tertinggi sejak Oktober 2018.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak Desember ditutup tidak berubah pada US$83,76 dolar AS per barel, setelah mencapai US$85,41 dolar AS per barel, tertinggi sejak Oktober 2014.

Kedua harga acuan telah naik sekitar 20 persen sejak awal September. Minyak mentah AS telah meningkat selama sembilan minggu berturut-turut, sementara Brent telah naik selama tujuh minggu.

"Krisis pasokan energi global terus menunjukkan giginya, sehingga harga minyak memperpanjang kenaikannya minggu ini, akibat para pedagang menilai kenaikan permintaan bahan bakar sedang berlangsung - di tengah respons pasokan yang terbatas menipiskan stok global," kata analis pasar minyak senior Rystad Energy Louise Dickson.

Goldman Sachs mengatakan rebound yang kuat dalam permintaan minyak global dapat mendorong harga minyak mentah Brent di atas perkiraan akhir tahun sebesar 90 dolar AS per barel. Bank tersebut memperkirakan peralihan gas ke minyak dapat berkontribusi setidaknya 1 juta barel per hari (bph) untuk permintaan minyak.

Setelah lebih dari satu tahun permintaan bahan bakar tertekan, konsumsi bensin dan sulingan kembali sejalan dengan rata-rata lima tahun di Amerika Serikat, konsumen bahan bakar terbesar di dunia.

"Kenaikan harga minyak berlanjut saat minggu baru perdagangan dimulai," kata Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, mengatakan Senin (25/10).

Harga minyak juga telah didukung oleh kekhawatiran atas kekurangan batu bara dan gas di China, India, dan Eropa, yang mendorong peralihan bahan bakar ke solar dan bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik.

"Alasan kami melihat kekuatan hari ini berlipat ganda, tetapi di antaranya adalah pergantian bahan bakar," kata Bob Yawger, Direktur Energi Berjangka di Mizuho.

Di India, produksi minyak mentah penyuling pada September naik tipis dari bulan sebelumnya, data pemerintah menunjukkan pada Jumat (22/10), karena kilang-kilang meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan yang melonjak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah harga minyak brent harga minyak mentah wti

Sumber : Antara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top