Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PREMIUM WRAP UP: BBCA Kecipratan Merger, Awan Tebal Adang GIAA, Hingga Gurita Tencent di Indonesia

Berita premium seputar aksi di pasar modal terkait saham BBCA, saham FILM hingga saham GIAA.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  21:15 WIB
Nasabah melakukan transaksi di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Nasabah melakukan transaksi di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kuatnya kinerja bisnis Bank Central Asia pada hingga kuartal III/2021 membuat sejumlah analis memperkirakan emiten dengan ticker BBCA itu harga sahamnya mampu mencapai Rp8.100.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memang tidak melakukan satu pun aksi merger atau akuisisi pada tahun ini. eNamun, bukan berarti perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia tersebut tidak kecipratan tuah dari tren tersebut. Maraknya aksi korporasi berupa merger dan akuisisi diakui bos BCA, Jahja Setiaatmadja berdampak positif bagi perseroan. Sebab, hal ini pada ujungnya memicu permintaan kredit yang tinggi di segmen korporasi.

Kabar mengenai BBCA itu menjadi salah satu berita premium hari ini. Berikut intisari dari setiap berita pilihan lainnya:

  1. Tuah Merger & Akuisisi Jumbo di Bursa Lesatkan Kinerja BCA (BBCA), Kok Bisa?

Jahja mengatakan merger dan akuisisi di telco [telekomunikasi] pada tahun ini membuat kredit korporasi naik. Ditambah lagi dengan permintaan kredit tinggi juga di beberapa sektor [korporasi] seperti pulp and paper dan CPO karena momentum harga komoditas, tentunya akan memberikan berdampak positif.

Berita lengkapnya di sini

  1. Menilik Alasan Sultan Abu Dhabi Gencar Berburu Perusahaan Teknologi Indonesia

Nama Abu dhabi Investment Authority (ADIA) mendadak mengemuka setelah diumumkan sebagai salah satu investor yang akan ikut serta dalam penggalangan dana pra-IPO Goto. Seperti dilansir dari laman resminya, ADIA adalah lembaga sovereign wealth fund (SWF) yang dimiliki oleh Pemerintah Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. 

Di dalam struktur kepengurusannya, terdapat nama Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) yang menjabat sebagai wakil ketua dewan direksi. MBZ sendiri memiliki kedekatan tersendiri dengan Indonesia. Hal itu ditandai dengan penggunaan namanya sebagai nama jalan tol layang Jakarta-Cikampek.

Adapun dana kelolaan yang dimiliki oleh ADIA diperkirakan mencapai US$700 miliar. Berita lengkap dapat dibaca di sini

3.Emiten Properti Grup Lippo (LPKR) & Ciputra (CTRA) Ketiban Berkah, Pilih Mana?

Emiten Properti milik kelompok usaha Grup Lippo PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) dan Grup Ciputra PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) makin dekat untuk mencapai target prapenjualan atau Marketing sales periode 2021. Angin segar tengah berhembus untuk sektor saham properti. Penguatan yang tercermin dari kenaikan indeks IDXproperti terjadi dalam sebulan terakhir.

Katalis positif tidak hanya datang dari luar tetapi juga pencapaian emiten di sektor tersebut. Beberapa perusahaan tercatat melaporkan semakin dekat untuk mencapai target prapenjualan periode 2021. Lippo Karawaci melaporkan membukukan pendapatan marketing sales senilai Rp3,9 triliun per September 2021. Realisasi tersebut telah mencapai 92,85 persen dari target marketing sales yang direvisi naik tahun ini senilai Rp4,2 triliun.

Informasi lengkap dapat dibaca di sini.

4. Awan Terang Pelita Mengudara & Perfect Storm untuk Garuda (GIAA)

Dua maskapai penguasa pasar yakni PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) dan Lion Air Group tidak kalah tertekan. Penagihan utang melalui pengadilan telah dilakukan oleh mitra mereka, saat yang sama puluhan pesawat juga mereka pulangkan kepada pemberi utang. Dampaknya, armada pesawat diperkirakan tidak akan cukup setelah pandemi menjadi endemi. 

Ketika pemerintah telah memutuskan untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 yang penanganannya saat ini makin terkendali. Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo mengatakan Kementerian BUMN dalam tahapan mempersiapkan PT Pelita Air Service (PAS) sebagai maskapai berjadwal nasional. 

Kementerian BUMN memperkirakan penyiapan Pelita Air sebagai maskapai yang melayani penerbangan berjadwal membutuhkan waktu sedikitnya 3 bulan.

Beritanya lengkapnya dapat dibaca di sini. 

  1. Mengintip Gurita Tencent di Indonesia Usai Masuk MD Pictures (FILM)

Tencent Holdings Ltd. makin agresif dalam menggarap pasar Indonesia. Manuver terbaru Tencent yakni menjadi investor di  PT MD Pictures Tbk. (FILM). Manajemen perseroan mengumumkan Tencent telah menjadi pemegang saham minoritas perseroan. 

Founder dan CEO MD Pictures Manoj Punjabi mengklaim investasi tersebut menjadi sinyal Tencent memiliki pandangan positif terhadap industri konten di Indonesia. Lebih lanjut, aksi pembelian saham menunjukkan keyakinan terhadap market leadership dan potensi pertumbuhan MD Pictures. 

"Kami antusias menyambut Tencent sebagai investor baru di FILM. Investasi ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Tencent sebagai perusahaan teknologi yang mutakhir untuk mengembangkan industri konten secara global,” paparnya dalam keterbukaan informasi yang dikutip, Jumat (22/10/2021).

Lengkapnya baca di sini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top