Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sido Muncul (SIDO) Yakin Laba Tumbuh Lebih dari 25 Persen hingga Akhir Tahun

Sido Muncul (SIDO) mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 35 persen pada kuartal III/2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pekerja memindahkan bahan limbah yang diambil dari jamu di pabrik PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, Senin (10/2/2014). Bloomberg/Dimas Ardian
Pekerja memindahkan bahan limbah yang diambil dari jamu di pabrik PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, Senin (10/2/2014). Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten farmasi PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) memproyeksikan laba bersih akan melejit lebih dari 25 persen hingga akhir tahun 2021, seiring pertumbuhan keuangan yang kuat hingga 9 bulan pertama tahun ini.

Perusahaan mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 23 persen menjadi Rp2,78 triliun dari tahun lalu sebesar Rp2,26 triliun.

Direktur Industri Farmasi dan Jamu Sido Muncul Leonard menuturkan seiring dengan kenaikan penjualan dan efisiensi operasional yang dilakukan Perseroan, laba bersih tercatat juga mengalami kenaikan menjadi Rp865 miliar atau tumbuh sebesar 35 persen dari tahun sebelumnya.

Perkiraan positif ini diterjemahkan ke pencapaian kinerja dengan target penjualan tumbuh paling sedikit 15 persen dan laba bersih tumbuh paling sedikit 25 persen untuk tahun 2021.

"Pertumbuhan 15 persen untuk penjualan dan laba bersih di tahun 2022,” kata Leonard, Senin (18/10/2021).

SIDO terangnya, mengoptimalkan permintaan pasar tersebut melalui produk-produk herbal supplemen, multivitamin, dan juga minuman Vitamin C Sido Muncul.

Di kuartal III/2021, SIDO mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 41 persen dan laba bersih yang tumbuh sebesar 60 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.

“Meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, menyebabkan permintaan pasar untuk produk suplemen daya tahan tubuh dan vitamin mengalami kenaikan yang signifikan," jelasnya.

Leonard juga menambahkan bahwa permintaan produk-produk kesehatan konsumen kedepannya masih akan terus bertumbuh seiring dengan kesadaran kesehatan masyarakat yang meningkat.

“Kami melihat outlook pertumbuhan untuk produk Jamu, vitamin, dan suplemen masih akan terus melanjutkan pertumbuhan yang didorong dari permintaan konsumen. Sekarang ini, konsumsi suplemen kesehatan untuk menjaga daya tahan tubuh sudah menjadi kebiasaan baru, karena masyarakat sudah lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan dan imunitas tubuh," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper