Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mirip Lo Kheng Hong, Ini Tips Investasi Saham dari Bos BCA

Bos Jahja Setiaatmadja mengingatkan pentingnya melihat fundamental saham, seperti invesstor kawakan Lo Kheng Hong.
Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja (dalam layar) memberikan pemaparan dalam Banking Outlook 2021 secara webinar di Jakarta, Selasa (7/9/2021). Bisnis Indonesia menggelar Banking Outlook 2021 bertajuk The Emerging Era of Digital Banking: Are You Ready. Bisnis/Himawan L Nugraha
Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja (dalam layar) memberikan pemaparan dalam Banking Outlook 2021 secara webinar di Jakarta, Selasa (7/9/2021). Bisnis Indonesia menggelar Banking Outlook 2021 bertajuk The Emerging Era of Digital Banking: Are You Ready. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk  (BBCA) Jahja Setiaatmadja menyatakan investor ritel perlu mempelajari fundamental dan harus berani ketika harga saham turun. 

Bos BCA tersebut dalam sebuah sesi live Instagram membagikan beberapa tips untuk investor ritel dalam melakukan investasi di pasar modal untuk saham apapun. 

Menurutnya, investor perlu mempelajari fundamental sebuah perusahaan dan jangan hanya mendengarkan informasi atau cerita ekspektasi dari perusahaan yang beredar. 

"Ini penting belajar fundamental, jadi saham-saham itu tidak bisa lari dari fundamental," kata Jahja dalam paparan virtual seperti dikutip Kamis (14/10/2021).

Dia menegaskan jika investor hanya mendengarkan cerita atau ekspetasi dan hal tersebut tidak terwujud maka harga saham emiten tersebut akan jatuh. 

Jahja menjelaskan emiten dengan fundamental bagus tidak luput dari gejolak ekonomi yang menyebabkan pergerakan harga saham ikut terkoreksi, termasuk BBCA. 

Namun, di tengah penurunan harga saham, lanjut Jahja, momen itulah yang bisa dimanfaatkan oleh investor untuk mengoleksi saham dengan fundamental baik. 

"Ketika harganya turun-turun cukup banyak is a good time to buy tetapi sebaliknya kalau naik terus jangan beli dan tahan diri," pungkasnya. 

Jahja kembali mengingatkan agar investor ritel jangan ikut terpengaruh atau bahkan merasa ketinggalan ketika harga sedang naik tetapi sabar dan menunggu waktu yang tepat. 

Hal sejalan dengan prinsip yang dipegang oleh Lo Kheng Hong, pria yang disebut-sebut sebagai Warren Buffet Indonesia. Dia menjelaskan ketika orang lain merasa takut melihat kondisi buruk terhadap sebuah perusahaan, dia melihat kondisi itu bukan risiko yang tinggi. 

“Prinsip saya selalu invest in bad time and sell in good time and you will get rich,” tutur Lo Kheng Hong dalam unggahan YouTube Hungry Stock.

Lo Kheng Hong menilai kondisi buruk tersebut merupakan peluang ketika investor melakukan aksi jual sehingga menekan harga saham menjadi lebih murah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yuliana Hema
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper