Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Ditutup Melemah

Dari sisi ekternal, saat ini investor masih menantikan laporan tenaga kerja AS terbaru, yang mencakup upah non-pertanian.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 08 Oktober 2021  |  16:27 WIB
Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Jumat (8/10/2021) setelah sempat menguat pada awal perdagangan.

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 6 poin atau 0,04 persen ke Rp14.222 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,061 atau 0,06 persen ke 94,27.

Direktur TRFX Garuda Berjang Ibrahim Assuaibi menjelaskan, dari sentimen dolar AS, saat ini investor masih menantikan laporan tenaga kerja AS terbaru, yang mencakup upah non-pertanian. Data tersebut dapat mempengaruhi jadwal Federal Reserve AS untuk melakukan pengurangan aset.

Sebelumnya, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan pada September lalu bahwa ada kesepakatan dari pembuat kebijakan untuk memulai pengurangan aset setelah November 2021, selama laporan pekerjaan untuk September layak. Bank sentral juga dapat menaikkan suku bunga pada 2022.

“Pasar tenaga kerja AS diperkirakan pulih melihat jumlah klaim pengangguran awal yang diajukan selama sepekan terakhir juga turun menjadi 326.000,” tulisnya dalam riset harian.

Selain itu, Senat AS juga telah menyetujui undang-undang untuk sementara menaikkan batas utang pemerintah federal US$28,4 triliun dan menghindari risiko gagal bayar dalam sebulan. Ini akan menunda solusi jangka panjang hingga awal Desember 2021.

Kemudian dari sisi internal, pemerintah telah mengesahkan Undang-undang (UU) tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) pada Kamis (7/10/2021) yang tak terlepas dari upaya pemerintah untuk mencari pendanaan baru guna mengurangi defisit APBN 2022 dan 2023 yang harus kembali ke level 3 persen.

Dengan disahkannya UU HPP, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani menargetkan penerimaan pajak pemerintah pada tahun depan bakal mencapai Rp139,2 triliun. Menkeu juga mengaku optimis bisa mencapai target lewat implementasi Undang-Undang (UU) tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Untuk perdagangan Senin pekan depan, mata uang rupiah diperkirakan dibuka berfluktuatif namun  melanjutkan pelemahan di rentang Rp14.190 - Rp14.240.   

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as Rupiah Kurs Rupiah
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top