Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RS Grup Emtek (SAME) Mulai Akuisisi Bertahap Saham Kedoya Adyaraya (RSGK)

Tujuan dari transaksi ini merupakan investasi jangka panjang dengan tanggal transaksi pada 9 September 2021.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 13 September 2021  |  16:34 WIB
RS Grup Emtek (SAME) Mulai Akuisisi Bertahap Saham Kedoya Adyaraya (RSGK)
RS Omni Pulomas, salah satu rumah sakit yang dikelola oleh PT PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. / omnihospitals
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten rumah sakit grup Emtek, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) terus menambah saham secara bertahap pada emiten rumah sakit baru PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK).

Presiden Direktur Sarana Meditama Metropolitan Jusup Halimi menjelaskan emiten pimpinannya baru saja membeli 18 persen saham RSGK sebanyak 167.340.000 lembar saham dengan harga per sahamnya Rp1.720. Dengan demikian, total dana pembelian Rp287,82 miliar.

"Jumlah saham dan persentase kepemilikan saham sebelum transaksi sebanyak 4.511.000 saham atau 0,49 persen, setelah transaksi menjadi sebanyak 171.851.000 saham atau menjadi 18,49 persen," urainya dalam keterbukaan, Senin (13/9/2021).

Tujuan dari transaksi ini merupakan investasi jangka panjang dengan tanggal transaksi pada 9 September 2021.

Manajemen pengelola rumah sakit Omni Hospitals menyatakan sedang bernegosiasi untuk mengakuisisi saham Kedoya Adyaraya. Tujuan dari rencana akuisisi ini adalah untuk memperluas pelayanan kesehatan SAME di Indonesia.

“Rencana akuisisi ini akan memperluas kegiatan usaha SAME dalam bidang pelayanan kesehatan dengan membangun dan mengelola rumah sakit di Indonesia,” kata manajemen dalam keterangan resmi, Rabu (8/9/2021).

Manajemen menegaskan, SAME dan RSGK tidak memiliki hubungan afiliasi sebagaimana termaktub dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai informasi, Kedoya Adyaraya merupakan emiten yang baru saja mencatatkan saham perdananya pada hari ini. Perseroan meraih dana segar Rp319,8 miliar dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan melepas 20 persen saham ke publik.

Kedoya Adyaraya berdiri pada 1990 dan mendirikan rumah sakit pertamanya yaitu RS Grha Kedoya, bertempat di Jalan Panjang Arteri, Kebon Jeruk, Jakarta pada 2009.

Pada 2018, perseroan mengakuisisi rumah sakit RS Grha MM2100 yang berada di Kawasan Industri MM2100, Cibitung Bekasi. RS Grha Kedoya dioperasikan langsung oleh perseroan, merupakan rumah sakit umum swasta tipe B yang memperkerjakan sebanyak 26 dokter umum, 8 dokter gigi dan 127 dokter spesialis.

Sementara RS Grha MM2100 dioperasikan perseroan melalui anak usaha PT Sinar Medika Sejahtera, merupakan rumah sakit umum swasta tipe C yang mempekerjakan sebanyak 9 dokter umum, 2 dokter gigi dan 28 dokter spesialis.

Manajemen RSGK menjelaskan, kedua rumah sakit perseroan sudah memperoleh akreditasi nasional dari KARS Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan khusus untuk RS Grha Kedoya telah memperoleh Akreditasi JCI, yaitu standar akreditasi mutu dan pelayanan rumah sakit internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sarana meditama metropolitan akuisisi emtek
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top