Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Walau Kinerja Semester I/2021 Jeblok, Pendapatan non-Penumpang Garuda (GIAA) Meningkat

Pendapatan usaha yang berasal dari pendapatan penerbangan tidak berjadwal mengalami kenaikan sebesar 93,2 persen dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2020 lalu.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 31 Agustus 2021  |  19:46 WIB
Walau Kinerja Semester I/2021 Jeblok, Pendapatan non-Penumpang Garuda (GIAA) Meningkat
Garuda Indonesia Bermasker - Garuda Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan perbaikan kinerja pendapatan di lini bisnis pendapatan tidak berjadwal dan peningkatan kargo sepanjang semester I/2021.

Adapun pendapatan usaha yang berasal dari pendapatan penerbangan tidak berjadwal mengalami kenaikan sebesar 93,2 persen dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2020 lalu.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan dengan adanya kenaikan tersebut, Garuda Indonesia akan terus mengoptimalkan potensi pangsa pasar charter, baik untuk layanan penumpang maupun kargo.

Khusus untuk angkutan logistik, GIAA mencatat tren kenaikan jumlah kargo yang diangkut di setiap penerbangan sepanjang Semester I/2021. Garuda Indonesia secara Group turut berhasil mencatatkan jumlah angkutan kargo sebesar 152,3 juta ton tumbuh sebesar 37,56 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 sebesar 110,71 juta ton.

Sementara itu, beban usaha pada Semester I/2021 tercatat mengalami penurunan sebesar 15,9 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yakni dari US$ 1,6 miliar menjadi US$ 1,3 miliar.

"Lebih lanjut, penurunan beban usaha perseroan juga turut ditunjang oleh berbagai langkah strategis efisiensi yang tengah ditempuh diantaranya melalui langkah renegosiasi sewa pesawat hingga restrukturisasi jaringan penerbangan melalui penyesuaian frekuensi rute-rute penerbangan," urainya Selasa (31/8/2021).

Di tengah masih belum pulihnya kinerja bisnis penerbangan nasional, Garuda Indonesia melakukan berbagai langkah strategis meningkatkan pendapatan usaha, diantaranya melalui optimalisasi ancillary revenue.

Perseroan secara aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak eksternal memaksimalkan potensi pendapatan di luar bisnis inti pengangkutan penumpang, baik melalui kemitraan bersama sektor retail, industrial, maupun kolaborasi strategis bersama ekosistem penunjang sektor logistik nasional.

Lebih lanjut, tekanan kinerja angkutan penumpang yang masih terus berlangsung sebagai dampak adanya kebijakan pengetatan mobilitas masyarakat melalui Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di sejumlah wilayah di Indonesia.

Realita bisnis tersebut tergambarkan dalam catatan kinerja usaha sepanjang Semester I/2021, dimana Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar US$ 696,8 juta atau turun sebesar 24 persen dibandingkan pendapatan usaha pada periode yang sama tahun lalu.

Lebih lanjut, pendapatan usaha Semester I/2021 tersebut dikontribusikan oleh pendapatan penerbangan berjadwal sebesar US$ 556,5 juta, penerbangan tidak berjadwal US$ 41,6 juta dan pendapatan lainnya US$ 98,6 juta.

Tantangan kinerja usaha yang terefleksikan melalui penurunan pendapatan usaha tersebut tidak terlepas dari trafik penumpang yang menurun signifikan imbas kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat ditengah peningkatan positive rate kasus Covid-19 di Indonesia.

Hal ini karena kemunculan varian baru Covid-19, yang mengharuskan adanya pengetatan kebijakan mobilitas masyarakat dalam penanganan pandemi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia giaa Kinerja Emiten
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top