Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lapkeu 2020 Kena Opini Disclaimer, Begini Penjelasan Intraco Penta (INTA)

TOpini disclaimer lapkeu INTA karena perseroan tertekan utang anak usaha yakni PT Intan Baruprana Finance Tbk. (IBFN).
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 30 Juni 2021  |  17:15 WIB
Lapkeu 2020 Kena Opini Disclaimer, Begini Penjelasan Intraco Penta (INTA)
Pekerja melakukan perawatan alat berat articulate dump truck di workshop PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (25/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten distributor alat berat PT Intraco Penta Tbk. (INTA) terkena opini disclaimer dalam laporan keuangan 2020. Hal ini karena perseroan tertekan utang anak usaha yakni PT Intan Baruprana Finance Tbk. (IBFN).

Head of Finance Intraco Penta Daniel Kusniadi mengungkapkan total liabilitas perseroan per 2020 lebih tinggi dari total aset perseroan. Hal ini karena pandemi Covid-19 membuat aset perseroan tergerus.

Pada laporan keuangan 2020, total aset perseroan senilai Rp2,88 triliun turun dibandingkan dengan 2019 yang sebesar Rp4,05 triliun. Sementara, total liabilitas senilai Rp4,13 triliun turun tipis dari 2019 sebesar Rp4,29 triliun.

Perseroan pun mendapatkan opini disclaimer pada laporan keuangan 2020. Daniel menyebut opini ini muncul karena dua hal.

"Pertama, dampak pandemi berlanjut yang mengganggu jalannya dunia usaha khususnya di industri alat berat dan pembiayaan," jelasnya dalam paparan publik insidentil, Rabu (30/6/2021).

Kedua, beberapa utang perbankan induk usaha yakni INTA dan entitas anak terutama PT Intan Baruprana Finance Tbk. (IBFN) yang telah jatuh tempo.

INTA dan entitas anak mengalami defisiensi modal akibat kerugian bersih pada 2020 dengan rugi bersih Rp1,02 triliun dan defisiensi modal RP1,25 triliun.

Penyebab utama kondisi ini adalah kerugian yang disumbangkan IBFN sejak beberapa tahun terakhir dan INTA sebagai induk usaha terus berupaya mencari jalan keluar yang saling menguntungkan di tengah pemulihan ekonomi nasional.

IBFN pun telah melanggar sejumlah rasio yang menjadi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni rasio permodalan dengan ketentuan OJK minimal 10 persen, sementara per 2020 rasio permodalan IBFN minus 25,23 persen.

Selain itu, pelanggaran rasio MSMD minimal 50 persen, sementara pada 2020 rasio IBFN minus 43,39 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laporan keuangan Kinerja Emiten intraco penta pt intan baruprana finance
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top