Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Restrukturisasi Berlanjut, KRAS Tambah Saham di Pabrik Hilir Baja

Peningkatan kepemilikan saham Krakatau Steel di Kerismas akan memperkuat bisnis produk hilir yang sejalan dengan strategi perseroan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  12:36 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim (kiri) saat Public Expose Krakatau Steel 2020 di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/1/2020). - ANTARA / Indrianto Eko Suwarso
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim (kiri) saat Public Expose Krakatau Steel 2020 di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/1/2020). - ANTARA / Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen baja pelat merah, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menambah kepemilikan sahamnya di PT Kerismas Witikco Makmur melalui pembelian saham milik PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC).

Krakatau Steel membeli saham Kerimas milik PT KIEC sebanyak 10.160 saham atau setara Rp41,46 miliar untuk kepemilikan saham sebesar 19,54 persen.

Dengan demikian, total kepemilikan saham Krakatau Steel di Kerismas menjadi sebesar 29,31 persen dari kepemilikan semula yang sebesar 9,7 persen.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan ada dua hal baik dalam transaksi ini. Pertama, peningkatan kepemilikan saham Krakatau Steel di Kerismas akan memperkuat bisnis produk hilir yang sejalan dengan strategi Krakatau Steel.

"Kedua kaitan restrukturisasi kepemilikan saham pada anak perusahaan Krakatau Steel agar fokus pada setiap line business-nya," ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (10/6/2021).

Silmy menambahkan KIEC yang segera menjadi induk dari subholding sarana infrastruktur Krakatau Steel harus melepas saham-saham serta bisnis yang tidak sesuai dengan strategi bisnis subholding.

Subholding akan fokus pada bisnis kawasan industri terpadu yang lengkap dengan dukungan infrastruktur seperti pelabuhan, pembangkit listrik, serta solusi pengolahan air bersih.

“Krakatau steel setelah berhasil membukukan laba pada 2020 dan kuartal I/2021 terus menyempurnakan strategi bisnisnya agar pertumbuhan serta kinerja positifnya dapat berkelanjutan," jelasnya.

Emiten bersandi KRAS ini berupaya memperkuat bisnis di hilir, yang merupakan strategi tepat mengingat perseroan harus memastikan terserapnya produk HRC dan CRC di pasar dalam negeri.

Kapasitas produksi HRC (hot rolled coil) Krakatau Steel saat ini sebesar 3,9 juta ton dan CRC (cold rolled coil) sebesar 850.000 ton per tahun.

Kerismas yang dibentuk pada 17 Maret 1971 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi seng lembaran dan seng gelombang yang dipasarkan di dalam maupun luar negeri, dengan kapasitas produksi sebesar 183.000 ton per tahun.

Kinerja Kerismas mengalami peningkatan laba pada 2020 sebesar Rp9,2 miliar dengan nilai penjualan sebesar Rp1 triliun, sementara untuk EBITDA mencapai Rp25,6 miliar. Kinerja Kerismas hingga kuartal I/2021 sudah membukukan laba Rp9 miliar.

“Krakatau Steel melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan pangsa pasarnya. Strategi yang sudah dijalankan berdampak positif pada peningkatan penjualan Krakatau Steel," tutur Silmy.

Hingga Mei 2021, penjualan baja Krakatau Steel mengalami pertumbuhan sebesar 36 persen dibanding dengan penjualan pada 2020 pada periode yang sama. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN krakatau steel
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top