Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Susul Wall Street, Bursa Asia Dibuka di Zona Hijau

Bursa di Jepang, Australia dan Korea Selatan terpantau mengalami kenaikan untuk pertama kali setelah anjlok selama 3 sesi perdagangan terakhir.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Mei 2021  |  07:56 WIB
Salah satu layar perdagangan di bursa saham China. - Bloomberg
Salah satu layar perdagangan di bursa saham China. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Asia dibuka menguat menyusul hasil positif yang terjadi pada perdagangan di AS.

Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (14/5/2021), bursa di Jepang, Australia dan Korea Selatan terpantau mengalami kenaikan untuk pertama kali setelah anjlok selama 3 sesi perdagangan terakhir. Indeks Topix Jepang terpantau naik 1,4 persen diikuti oleh S&P/ASX 200 Australia yang dibuka menguat 0,8 persen.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan juga dibuka menghijau sebesar 0,8 persen. Indeks berjangka AS juga mengalami kenaikan, mengikuti pergerakan indeks-indeks acuan lainnya.

Pasar terlihat mulai pulih dari volatilitas menyusul lonjakan indeks harga konsumen AS pada Kamis kemarin. Data tersebut semakin meningkatkan tekanan sentiment inflasi, meskipun kini dapat diimbangi dengan penurunan angka pengangguran.

Anggota dewan Gubernur the Fed Christopher Waller mengatakan kenaikan inflasi atas target 2 persen bank sentral seharusnya bersifat sementara, tetapi mungkin berlangsung hingga 2022.

Lori Calvasina, Head of Equity Strategy RBC Capital Markets mengatakan, perdagangan pada pasar modal akan tetap kondusif ditengah kenaikan imbal hasil US Treasury dan tekanan kenaikan inflasi.

“Perdagangan dalam beberapa hari ke depan akan cukup menarik. Tetapi, dari perspektif ekonomi rotasi dalam pergerakan saham akan tetap terjadi,” jelasnya dikutip dari Bloomberg.

Imbal hasil US Treasury dengan tenor 10 tahun terpantau stabil di level 1,66 persen setelah hasil lelang yang kurang memuaskan untuk obligasi AS dengan tenor 30 tahun. The Fed merevisi rencana pembelian obligasinya dengan fokus pada obligasi bertenor panjang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia Bursa Asia bursa as
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top