Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham BBRI, TBIG, BBCA Jadi Favorit Asing saat IHSG Menguat

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak diborong investor asing dengan net buy Rp54,9 miliar.
Ika Fatma Ramadhansari & Maria Elena
Ika Fatma Ramadhansari & Maria Elena - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  13:02 WIB
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah saham diborong investor asing di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (5/5/2021).

IHSG terpantau parkir di level 5.975,93, menguat 0,20 persen atau 12,11 poin. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 5.971,31-5.992,93. 

Tercatat, sebanyak 243 saham menguat, 210 melemah dan 169 stagnan. Hingga siang ini telah dibukukan total transaksi sebesar Rp5,12 triliun, dengan aksi beli bersih atau net buy investor asing senilai Rp55,24 miliar.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak diborong investor asing dengan net buy Rp54,9 miliar. Saham BBRI naik 1,23 persen menuju Rp4.110.

Selanjutnya, saham TBIG, BBCA, DMMX, dan BBNI juga mencatatkan net buy masing Rp18,8 miliar, Rp18,7 miliar, Rp17 miliar, dan Rp16,4 miliar. Saham TBIG naik 1,17 persen ke Rp2.600, BBCA naik 0,16 persen ke Rp32.050, DMMX naik 5,59 persen ke Rp755, dan BBNI naik 0,89 persen ke Rp5.675.

Sebaliknya, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) menjadi yang paling banyak dilepas asing siang ini dengan net sell Rp15,6 miliar. Saham TOWR stagnan di posisi Rp1.115.

Selanjutnya, saham BMRI, MIKA, ASII, dan DSNG masing-masing mencatatkan net sell Rp12,2 miliar, Rp11,5 miliar, Rp6,8 miliar, dan Rp6,1 miliar. Saham BMRI koreksi 0,82 persen ke Rp6.050, MIKA anjlok 3,35 persen ke Rp2.600, ASII naik 0,45 persen ke Rp5.525, dan DSNG naik 0,85 persen ke Rp595.

Dari sisi sektoral IDX-IC, 5 sektor terkoreksi sedangkan 6 lainnya naik. Sektor teknologi menguat paling tinggi 5,23 persen, sedangkan sektor energi terkoreksi paling dalam 0,89 persen.

Sebelumnya, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyampaikan pergerakan IHSG saat ini terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajarnya. 

Jika resisten level terdekat dapat ditembus dalam waktu dekat maka IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan kenaikan jangka pendeknya. 

"Rilis data perekonomian PDB pada disinyalir masih akan menunjukkan stabilnya kondisi perekonomian Indonesia akan turut mewarnai pergerakan IHSG," paparnya dalam publikasi riset, Selasa (4/5/2021). 

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal I/2020 minus 0,74 persen (year on year/yoy).

Dengan demikian perekonomian Indonesia berada dalam fase resesi, Adapun secara kuartalan, ekonomi tumbuh sebesar minus 0,96 persen secara kuartalan (quarter to quarter/qtq). Dibandingkan kuartal IV/2020, realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut membaik.

Seperti diketahui, selama 3 kuartal terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami resesi. Kuartal IV/2020, ekonomi Indonesia masih mengalami kontraksi 2,19 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan pertumbuhan kuartal I/2021 menunjukkan perbaikan yang signifikan.

"Ini menunjukkan bahwa tanda-tanda perbaikan ekonomi semakin nyata," tegas Suhariyanto, Rabu (5/5/2021).

Secara lapangan usaha, infokom, pengadaan air, jasa kesehatan, pertanian dan pengadaan listrik dan gas serta real estat tumbuh positif. Pertumbuhan tertinggi dicetak oleh infokom sebesar 8,72 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI Pertumbuhan Ekonomi investor asing
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top