Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Dibuka Terkoreksi, Kembali ke Level Rp14.500

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menurun 15 poin atau 0,10 persen ke Rp14.500. Sementara, indeks dolar AS terpantau naik 0,09 persen ke 90,9940.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 28 April 2021  |  10:00 WIB
Pegawai menunjukan uang dolar dan rupiah di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pegawai menunjukan uang dolar dan rupiah di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu (28/4/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menurun 15 poin atau 0,10 persen ke Rp14.500. Sementara, indeks dolar AS terpantau naik 0,09 persen ke 90,9940

Adapun, pada Selasa kemarin, rupiah ditutup stagnan di posisi Rp14.485 per dolar AS. Walaupun sebelumnya, selama perdagangan rupiah sempat menguat tipis 6 poin.

Sebelumnya, Macroeconomic Analyst Bank Danamon Irman Faiz melihat penguatan rupiah lebih didorong oleh sentimen eksternal dan pelemahan indeks dolar AS.

“Seperti yang kita ketahui, Bank Sentral AS terus menekankan bahwa tapering belum akan dalam waktu dekat sehingga ekspektasi pasar juga mulai terjangkar,” kata Faiz kepada Bisnis, Senin (26/4/2021).

Sementara itu, lanjut Faiz, data defisit fiskal di Negeri Paman Sam juga kian melebar karena belanja fiskal terus bergulir. Pada saat bersamaan, tekanan dari pergerakan yield US Treasury juga perlahan sudah mereda. Alhasil, indeks dolar AS mengalami pelemahan sebesar 0,12 persen menjadi 90.750 pada pukul 16.02 WIB.

Dari Benua Biru, Bank Sentral Eropa (ECB) juga masih berkomitmen untuk mempercepat stimulus moneternya. Beberapa sentimen global tersebut pun disebut Faiz telah memberikan dorongan positif untuk penguatan rupiah.

Kendati demikian, Faiz mengingatkan perbaikan impor dan periode pembayaran dividen oleh perusahaan multinasional masih membayangi pergerakan nilai tukar dalam waktu dekat. Prospek permintaan dolar AS yang tinggi akan menjadi pengganjal sehingga penguatan rupiah pada April-Mei ini masih terbatas.

“Mungkin pada akhir kuartal ini akan ada penguatan rupiah yang berarti. Sebelum semester dua nanti tekanan akan lebih besar datang dari perbaikan aktivitas impor dalam negeri dan kemungkinan kenaikan yield US Treasury,” kata Faiz.

Irman memperkirakan rupiah dalam jangka pendek masih akan bergerak pada kisaran Rp14.450-Rp14.550 per dolar AS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs dolar as Rupiah nilai tukar rupiah
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top