Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsumsi Selama Ramadan Naik, Jumlah Stok CPO Indonesia Diprediksi Makin Menipis

Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia memperkirakan jumlah stok CPO Indonesia dapat berada di posisi 3,1 juta ton pada akhir April 2021.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 26 April 2021  |  12:52 WIB
Pekerja menata kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2020). Badan Litbang Kementerian ESDM memulai kajian kelayakan pemanfaatan minyak nabati murni (crude palm oil/CPO) untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hingga Desember 2020. Bisnis - Arief Hermawan P
Pekerja menata kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2020). Badan Litbang Kementerian ESDM memulai kajian kelayakan pemanfaatan minyak nabati murni (crude palm oil/CPO) untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hingga Desember 2020. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah cadangan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia diprediksi akan mencapai jumlah terendahnya sejak Maret 2019 seiring dengan tingginya konsumsi di bulan Ramadan.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga menyebutkan, jumlah stok CPO Indonesia dapat berada di posisi 3,1 juta ton pada akhir April 2021. Adapun, Sahat menuturkan jumlah cadangan CPO pada Maret lalu adalah sebesar 3,2 juta ton.

Jumlah tersebut berada dibawah estimasi sebanyak 7 analis pada survei Bloomberg yang menyatakan rerata stok CPO negara produsen terbesar di dunia itu sebanyak 3,72 juta ton.

“Jumlah pengiriman akan naik 18 persen ke 3,08 juta ton pada April 2021 dbandingkan dengan bulan sebelumnya,” kata Sahat.

Sahat melanjutkan, pada April 2021, permintaan CPO domestik diprediksi akan naik 2,5 persen menjadi 1,63 juta ton.

Sementara itu, produksi CPO Indonesia pada bulan ini diprediksi tumbuh 14 persen menjadi 4 juta ton berbanding 3,5 juta ton pada Maret lalu. Jumlah tersebut akan menjadi output terbesar sejak Desember 2020 lalu dan menyamai total produksi Aprl 2020.

Adapun, bulan Ramadan resmi dimulai pada 13 April lalu yang kemudian diikuti oleh Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Bulan Ramadan dan Lebaran umumnya mendorong kenaikan permintaan terhadap CPO.

Berdasarkan data dari Bursa Malaysia, harga CPO untuk kontrak Juli 2021 terkoreksi 26 poin ke harga setelmen 3.927 ringgit per ton.  Sementara itu, harga CPO berjangka kontrak pengiriman bulan Juni turun 34 poin pada harga 4.125 ringgit per ton.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo Ramadan harga cpo
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top