Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hasil RUPS WSBP 2021, Waskita Precast Rombak Komisaris & Direksi

RUPS WSBP mengganti 3 komisaris dan menambah 1 direktur baru dalam RUPS tahunan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 24 April 2021  |  00:01 WIB
Beton tetrapod buatan PT Waskita Beton Precast Tbk. Beton tersebut digunakan untuk proyek pengaman pantai di Singapura. - waskitabeton
Beton tetrapod buatan PT Waskita Beton Precast Tbk. Beton tersebut digunakan untuk proyek pengaman pantai di Singapura. - waskitabeton

Bisnis.com, JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) untuk kinerja 2020, memutuskkan mengganti jajaran komisaris dan menambah satu direksi baru.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterbitkan perusahaan, Jumat (23/4/2021), anak usaha PT Waskita Karya (persero) Tbk. (WSKT) itu menunjuk Bambang Rianto sebagai komisaris utama yang baru. Perusahaan juga mengangkat Eka Desniati sebagai komisaris. Lainnya nama Agus Budiman Manalu masuk sebagai komisaris independen.

Masuknya tiga nama baru ini menggantikan pejabat sebelumnya yakni Fery Hendriyanto, I Gusti Ngurah Putra dan Suhendro Bakri.

Selain itu, WSBP mengangkat satu direktur baru yakni Arijanti Erfin. Pengangkatan ini membuat jajaran direksi menjadi 5 orang dan dipimpin oleh Moch. Cholis Prihanto.

Ajarin merupakan nama baru dalam lingkungan konstruksi, sebelumnya alumni Universitas Indonesia itu menjabat sebagai Direktu Asuransi Jiwa Taspen dan dipindahkan menjadi Direktur Marketing PT Asuransi Asei Indonesia semenjak Januari 2021 lalu.

Pada 2020 lalu, WSBP tertcatat memperoleh kontrak baru sebesar Rp 1,86 triliun. Dari proyek ini sebesar Rp998,79 miliar berasal dari eksternal. Sementara Rp866,56 miliar dari konglomerasi Waskita Group.

Langkah memperbesar bisnis di sisi eksternal menjadi stargei WSBP tahun lalu. Langkah ini relatif berhasil karena penambahan pelanggan hingga 48,28 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Pada 2019, pelanggan eksternal WSBP mencapai 87 pelanggan. Sedangkan tahun lalu di tengah pandemi menjadi 129 pelanggan.
"Angka tersebut merupakan pertumbuhan pelanggan tertinggi dalam 5 tahun terakhir," tulis manajemen dalam keterangan resminya.

Adapun sisa nilai kontrak yang dimiliki hingga akhir 2020 sebesar Rp 4,11 triliun.

Kondisi arus kas WSBP juga semakin kuat. Pada akhir 2020, perusahaan menggenggam kas sebesar Rp 561,48 miliar atau 21,4 kali jumlah arus kas operasional tahun 2019 yaitu sebesar Rp 26,27 miliar.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Moch. Cholis Prihanto menyatakan bahwa manajemen perusahaan berkomitmen untuk melakukan perbaikan melalui beberapa program kerja yang telah dirancang.

“Manajemen baru akan melakukan perbaikan dengan memastikan sustainability perusahaan dengan penekanan pada restrukturisasi dan integrasi organisasi dengan mengedepankan pengendalian, dan delegasi kewenangan (desentralisasi),”ujarnya.

Untuk 2021, WSBP optimis untuk dapat mencapai target yang telah ditetapkan yaitu nilai kontrak baru sebesar Rp 7,88 triliun dan pendapatan usaha Rp 5,33 Triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

waskita karya waskita beton precast
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top