Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lanjutkan Koreksi, IHSG Terkulai ke Level 6.000-an

Kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp7.188,20 triliun. Adapun, nilai transaksi yang tercatat sekitar Rp10,02 triliun dengan investor asing yang melakukan aksi jual bersih atau net sell mencapai Rp347,72 miliar di seluruh pasar.
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali jebol ke level 6.000-an, seiring dengan minimnya sentimen makro dinilai jadi penyebabnya.

Pada penutupan perdagangan Selasa (30/3/2021) IHSG parkir di level 6071,44 setelah terkoreksi 1,55 persen. Adapun, koreksi ini merupakan kedua kalinya berturut-turut pada pekan ini setelah kemarin indeks komposit juga ditutup melemah 0,46 persen.

Seluruh sektor kompak melemah dengan koreksi paling dalam dialami sektor properti yakni -2,55 persen, diikuti sektor agribisnis dan sektor perdagangan dengan masing-masing -2,13 persen dan -1,92 persen.

Kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp7.188,20 triliun. Adapun, nilai transaksi yang tercatat sekitar Rp10,02 triliun dengan investor asing yang melakukan aksi jual bersih atau net sell mencapai Rp347,72 miliar di seluruh pasar.

Analis Indo Premier Sekuritas Mino menilai, jika melihat dari pergerakan seluruh sektor yang berada di zona negatif dan tren bursa Asia hari ini yang juga cenderung melemah, sentimen utama penekan laju indeks bersifat makro.

“Satu-satunya yang bersifat makro adalah pelarangan mudik karena membuat proses pemulihan ekonomi lebih lambat karena ada pembatasan aktivitas ekonomi dalam hal ini mudik,” kata Mino ketika dihubungi Bisnis, Selasa (30/3/2021)

Di sisi lain, dia juga menyebut beberapa faktor yang turut menjadi sentimen negatif bagi pergerakan indeks antara lain laporan keuangan yang mengecewakan dari emiten serta turunnya beberapa harga komoditas seperti nikel, timah, batubara dan emas.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan koreksi hari ini disebabkan minimnya data makroekonomi domestik maupun global yang berpotensi memberikan pengaruh positif terhadap pergerakan indeks komposit.

Selain itu, dia menyebut IHSG juga tertekan akibat adanya sentimen negatif dari pasar modal Amerika Serikat yang tengah memerah akibat kegagalan pemenuhan margin call sejumlah bank jumbo global.

“Adanya dampak daripada Archegos Capital Management yang gagal memenuhi margin call turut memberikan sentimen negatif yang memberatkan kinerja IHSG pada hari ini,” ujar Nafan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper