Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Bisnis-27 Ditutup Naik 1,24 Persen, Terkerek PWON, AKRA Hingga BTPS

Indeks hasil kerja sama Harian Bisnis Indonesia dan bursa ini ada di level 509,01 naik 1,24 persen dibandingkan posisi penutupan kemarin Kamis (25/3/2021). Dari seluruh anggota konstituen yang ada, sebanyak 23 saham terpantau naik, dan 4 lainnya terkoreksi. 
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  18:26 WIB
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 mengakhiri perdagangan dengan penguatan pada Jumat (26/3/2021) bersamaan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).  

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks hasil kerja sama Harian Bisnis Indonesia dan bursa ini ada di level 509,01 naik 1,24 persen dibandingkan posisi penutupan kemarin Kamis (25/3/2021). Dari seluruh anggota konstituen yang ada, sebanyak 23 saham terpantau naik, dan 4 lainnya terkoreksi. 

Saham PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) menjadi pengerek utama pergerakan Indeks Bisnis-27 dengan kenaikan 4,63 persen ke level 565. Menyusul di belakangnya adalah PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) yang masing-masing naik 3,68 persen dan 3,66 persen. 

Beberapa emiten pada Indeks Bisnis-27 masuk dalam daftar saham terbanyak dibeli atau net buy oleh investor asing pada perdagangan hari ini. Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) memuncaki daftar ini dengan net buy Rp173,7 miliar. 

Emiten lain pada indeks Bisnis-27 yang juga dibeli oleh para investor asing di antaranya adalah PT United Tractors Tbk. (UNTR) dengan nilai beli Rp32 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dengan nilai jual Rp23,4 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) senilai Rp18,2 miliar. 

Sementara saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham paling banyak dijual investor asing pada perdagangan hari ini dengan net sell Rp159,7 miliar. Namun saham BBCA tetap bisa menguat 0,71 persen atau 225 poin di level 32.075.

Selanjutnya, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga menjadi sasaran jual para investor dengan net foreign sell sebesar Rp30,5 miliar diikuti oleh PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) senilai Rp15,8 miliar. Sama halnya dengan BBCA kedua emiten ini masih bisa menguat masing-masing 0,36 persen dan 0,37 persen.

Di sisi lain, empat emiten yang masuk dalam indeks-27 yang mengalami pelemahan adalah saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) turun 1,77 persen, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) turun 0,75 persen, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) turun 0,72 persen, dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) turun 0,63 persen. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bei bursa efek indonesia
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top