Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rekomendasi Saham Media Hary Tanoe (MNCN), Bisa Dikoleksi Jangka Panjang

Analis berpendapat MNCN masih layak dikoleksi seiring dengan pertumbuhan kinerja perseroan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 12 Maret 2021  |  08:10 WIB
Halaman muka website PT Media Nusantara Citra Tbk. Performa Pangsa Pemirsa empat stasiun televisi yang dikelola MNCN moncer dengan torehan 46,5 persen di upper middle. - MNCN
Halaman muka website PT Media Nusantara Citra Tbk. Performa Pangsa Pemirsa empat stasiun televisi yang dikelola MNCN moncer dengan torehan 46,5 persen di upper middle. - MNCN

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten media milik Hary Tanoesoedibjo, PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) dinilai masih layak dikoleksi seiring dengan peningkatan pendapatan di tengah pemulihan ekonomi. Pendapatan sektor digital dianggap jadi penopang.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengungkapkan jika melihat dari kinerja per September 2020 memang menunjukan adanya penurunan tipis secara tahunan.

"Namun, masih dapat mencatatkan laba dimana tidak banyak perusahaan yang masih dapat mempertahankan labanya. Sumbangsih dari media dan iklan memberikan kontribusi positif pada kinerja MNCN," ujarnya kepada Bisnis.

Ke depan, terangnya, perkembangan digital yang juga memengaruhi industri media harus dapat dihadapi oleh MNCN untuk dapat bertahan meskipun dari sisi audience share masih mendominasi.

MNCN menurutnya tetap akan juga menghadapi tantangan dari kreativitas dalam menyajikan acara untuk memperebutkan audience share tersebut. Belum lagi dengan keberadaan hiburan dari pelantar digital.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai pendapatan emiten media ini diproyeksikan meningkat seiring dengan meningkatnya berbagai konten digital.

"Adanya potensi peningkatan audience share MNCN dan debt to equity ratio [DER] yang tergolong masih rendah, yakni di angka 31 persen membuat perseroan masih layak diperhatikan," katanya.

Selain itu, menurutnya, pendapatan dari iklan diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan adanya pemulihan permintaan sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan daya beli masyarakat.

Nafan kemudian merekomendasikan accumulate dengan target price (TP) jangka panjang 1.620. Sementara, Reza masih merekomendasikan beli untuk saham MNCN dengan target price di angka 1.300.

Hingga penutupan perdagangan Rabu (10/3/2021), harga saham MNCN ditutup naik 0,93 persen ke level 1.080. Sepanjang tahun berjalan mengalami penurunan 5,26 persen dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp16,25 triliun.

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mncn rekomendasi saham
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top