Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Diprediksi Masih Menguat, Saham Lo Kheng Hong dan BUMN Ini Bisa Dipantau

Pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga ke depannya dapat berpeluang menuju ke resistance terdekat.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  20:18 WIB
Karyawan memotret layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di main hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (23/11/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan memotret layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di main hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (23/11/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan diprediksi menguat pada perdagangan Kamis (4/3/2021), melanjutkan tren kenaikan daripada perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (3/3/2021), indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di level 6.376,757 naik tipis 0,28 persen atau 17,55 poin. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di kisaran 6.334,24 hingga 6.394,45.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan bahwa berdasarkan rasio fibonacci, level support maupun resistance minimum indeks berada pada 6.256,03 hingga 6.455,53. Sementara itu, berdasarkan indikator, MACD, Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal positif.

“Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga ke depannya dapat berpeluang menuju ke resistance terdekat,” ujar Nafan seperti dikutip dari publikasi risetnya, Rabu (3/3/2021).

Dia mengatakan, sentimen yang berada di pasar saat ini masih membuat indeks mampu menguat walaupun terbatas.

Pasar tampak masih menanti penetapan Senat AS dalam mengesahkan program stimulus dari Presiden AS Joe Biden dengan nilai mencapai US$1,9 triliun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam itu.

“Sementara itu, ada pengumuman US ISM Services PMI maupun US Final Services PMI yang diprediksikan terus ekspansif,” ujar Nafan.

Dengan demikian, harapan pemulihan ekonomi global masih terbuka cukup lebar. Adapun, sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain BBNI, LPKR, LSIP, MEDC, PTRO, WEGE, dan WIKA.

BBNI, WEGE, dan WIKA masuk ke dalam emiten keluarga BUMN. Adapun, PTRO merupakan entitas Indika Group, yang 15,013 persen sahamnya dipegang oleh Lo Kheng Hong.

*BBNI, Daily (6025) (RoE: 2.91%; PER: 33.98x; EPS: 177.32; PBV: 0.99x; Beta: 1.99):* Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area 5825 – 6025, dengan target harga di level 6175, 6450, 6750, 7500 dan 7950. Support: 5825 & 5625.

*LPKR, Daily (202) (RoE: -10.18%; PER: -4.59x; EPS: -44.01; PBV: 0.47x; Beta: 2.01):* Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada level 196 – 202, dengan target harga secara bertahap di 212, 224, 234 dan 274. Support: 194 & 177.

*LSIP, Daily (1325) (RoE: 7.50%; PER: 12.95x; EPS: 102.35; PBV: 0.97x; Beta: 1.09):* Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada level 1315 – 1325, dengan target harga secara bertahap di 1320, 1350, 1480, 1610 dan 1740. Support: 1280.

*MEDC, Daily (665) (RoE: -13.05%; PER: -6.45x; EPS: -103.11; PBV: 0.84x; Beta: 2.48):* Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 655 - 665, dengan target harga secara bertahap di 700, 775 dan 850. Support: 645 & 625.

*PTRO, Daily (1825) (RoE: 7.97%; PER: 7.08x; EPS: 258.61; PBV: 0.57x; Beta: 1.3):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada level 1810 – 1825, dengan target harga secara bertahap di 1865, 1970, 2100, 2400 dan 2710. Support: 1795 & 1725.

*WEGE, Daily (238) (RoE: 7.92%; PER: 13.20x; EPS: 18.19; PBV: 1.04x; Beta: 2.24):* Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 234 – 238, dengan target harga secara bertahap di level 250, 314 dan 378. Support: 222 & 200.

*WIKA, Daily (1785) (RoE: 0.41%; PER: 239.92x; EPS: 7.44; PBV: 0.99x; Beta: 2.43):* Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 1765 – 1785, dengan target harga secara bertahap di level 1840, 2070, 2300 dan 2540. Support: 1715.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG BUMN rekomendasi saham lo kheng hong
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top