Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diguyur Insentif, Pilih Emiten Properti dan Otomotif Mana?

Emiten properti dan otomotif tengah mendapat guyuran insentif mulai dari relaksasi pajak hingga aturan uang muka atau down payment (DP).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 21 Februari 2021  |  12:17 WIB
Tengara atau landmark Perumahan CitraRaya Tangerang, salah satu proyek properti besutan PT Ciputra Development Tbk.
Tengara atau landmark Perumahan CitraRaya Tangerang, salah satu proyek properti besutan PT Ciputra Development Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA — Berbagai kebijakan relaksasi diberikan pemerintah untuk sektor properti dan otomotif. Emiten mana yang masih menarik dikoleksi?

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan prospek kinerja sektor properti terbilang positif pada tahun ini. Menurutnya, perbaikan kinerja sektor properti sudah mulai terlihat pada akhir tahun 2020 lalu.

Marketing sales perusahaan properti terlihat mulai membaik di akhir 2020 seiring dengan tren suku bunga yang rendah,” jelasnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Nafan melanjutkan langkah Bank Indoneia yang kembali memagkas suku bunga acuan seharusnya akan berimbas pada penurunan bunga kredit. Hal itu nantinya akan berdampak pada naiknya minat masyarakat untuk membeli properti.

Selain itu, lanjut dia, kenaikan inflasi di Indonesia juga dapat memacu performa perusahaan di sektor properti. Kondisi tersebut mengindikasikan naiknya daya beli masyarakat dan diharapkan pula dapat memulihkan minat masyarakat membeli aset properti.

Di sisi lain, perusahaan properti juga berpeluang memulihkan sektor pendapatan berulang (recurring income). Prospek pemulihan ekonomi pada tahun ini diharapkan akan semakin menambah penerimaan perusahaan properti melalui biaya sewa toko atau gedung.

Tren suku bunga rendah juga dinilai akan berimbas positif bagi sektor otomotif pada tahun ini. Menurut Nafan, sektor otomotif membutuhkan banyak dukungan kebijakan dari pemerintah atau otoritas terkait guna memulihkan sektornya.

Nafan memaparkan, insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil baru serta relaksasi kredit mobil yang direncanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat memicu pemulihan penjualan mobil dan pertumbuhan kredit.

Dia menyebut implementasi kebijakan ini harus segera dilakukan. Tujuannya, agar sektor otomotif dapat memanfaatkan momentum bulan Ramadan dan Idul Fitri untuk meningkatkan penjualan mobil dan industri terkait.

Adapun, Nafan menjagokan saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan emiten produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) sebagai pilihan di sektor otomotif

Untuk sektor properti, beberapa rekomendasi pilihannya yakni PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN), PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), dan PT Ciputra Development Tbk. (CTRA).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti otomotif Suku Bunga rekomendasi saham Kinerja Emiten
Editor : M. Nurhadi Pratomo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top