Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sambut Era Suku Bunga Mini, Saham Properti Bermekaran

Beragam insentif dari mulai suku bunga rendah hingga pelonggaran loan to value dinilai bakal membangkitkan sektor properti tahun ini. Kendati demikian, pertumbuhan di sektor tidak akan melaju signifikan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  15:36 WIB
Tengara atau landmark Perumahan CitraRaya Tangerang, salah satu proyek properti besutan PT Ciputra Development Tbk.
Tengara atau landmark Perumahan CitraRaya Tangerang, salah satu proyek properti besutan PT Ciputra Development Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA – Tren suku bunga rendah akan menjadi salah satu katalis pertumbuhan bagi emiten-emiten di sektor properti. Usai keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan ke level terendah, investor langsung merespons positif.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pada perdagangan hari ini, Jumat (19/2/2021), indeks saham properti berdasarkan klasifikasi JASICA naik 0,55 persen ke level 388,012. Adapun saham properti berdasarkan klasifikasi IDX-IC naik 0,88 persen ke posisi 940,422.

Saham properti yang menguat antara lain PT Summarecon Agung Tbk (+5,75 persen), PT Lippo Karawaci Tbk (+5,00 persen), dan PT Ciputra Development Tbk. (+4,91 persen). Kemudian PT Agung Podomoro Land Tbk. (+2,78 persen) dan PT Pakuwon Jati Tbk. (+1,83 persen).

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper menuturkan, sektor properti masih cukup menjanjikan untuk tahun ini. Menurutnya, properti masih memiliki potensi pertumbuhan yang baik meskipun tidak akan signifikan.

Salah satu sentimen pendukung sektor ini adalah penurunan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Menurut Dennies, hal tersebut dapat memacu pemulihan penyaluran kredit yang dampaknya akan dirasakan di sektor properti. Pada saham properti, Dennies memilih saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Di sisi lain, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, prospek saham di sektor otomotif dan properti amat bergantung pada implementasi kebijakan suku bunga rendah yang ada saat ini. Reza menjelaskan, era suku bunga rendah seharusnya dapat diikuti dengan penurunan suku bunga kredit perbankan untuk mendorong kenaikan penyaluran.

Meski demikian, kenyataannya penurunan suku bunga acuan yang dilakukan BI tidak serta merta diikuti oleh perbankan karena adanya penyesuaian dalam perhitungan suku bunga kredit masing-masing bank.

“Di sisi lain, dari sisi permintaan juga harus dilihat apakah roda usaha dan ekonomi telah berjalan atau belum,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bank indonesia properti emiten properti
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top