Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diagnos (DGNS) Rilis Tes Antibodi Covid-19, Begini Pengaruhnya ke Pendapatan

Manager Medis Diagnos Ricky Tjahjadi menuturkan tes ini muncul guna menjawab pertanyaan jika seorang yang telah mendapat vaksinasi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  11:26 WIB
Ilustrasi. Kegiatan operasional Klinik Diagnos. - diagnos
Ilustrasi. Kegiatan operasional Klinik Diagnos. - diagnos

Bisnis.com, JAKARTA – PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) meluncurkan layanan tes laboratorium untuk memeriksa keberadaan antibodi virus Covid-19. Tes jenis baru ini diharapkan dapat berkontribusi hingga 12 persen terhadap pendapatan perseroan.

Manager Medis Diagnos Ricky Tjahjadi menuturkan tes ini muncul guna menjawab pertanyaan jika seorang yang telah mendapat vaksinasi, seberapa besar jaminan bahwa mereka akan kebal terhadap penyakit Covid-19.

Diagnos merilis inovasi melalui pemeriksaan keberadaan antibodi terhadap virus penyebab Covid-19 yakni tes Anti SARS CoV-2S Quantitative yang dilakukan setelah vaksinasi.

"Di sini Anti SARS CoV 2S kuantitatif mengukur kadar antibodi yang menetralisir virus, kita bisa ukur antibodi yang akan mencegah terjadinya Covid-19. Ini bisa dinilai 7 hari pasca terinfeksi atau vaksinasi, kadar puncak antibodi ada di pekan ke-3 atau sebulan dari vaksinasi atau infeksi," jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (28/1/2021).

Metode pengambilan sampel pada tes Anti SARS CoV-2 S Quantitative dilakukan melalui pengambilan darah vena/serologi dan pemeriksaan akan selesai dalam 3-4 jam. Sedangkan laporan diterima dalam 24 jam.

Tes dapat dilakukan dua pekan setelah vaksinasi pertama dilakukan atau tepat sebelum menerima vaksin kedua untuk mengetahui respon dari antibodi yang muncul saat vaksinasi pertama.

Berdasarkan angka kuantitatifnya, ketika kadar antibodi ditemukan 0,8 ml artinya negatif, sementara ketika di atas jumlah tersebut antibodi Covid-19 positif ada di dalam tubuh orang yang dites.

Managing Director DGNS Dennis Jacobus mengungkapkan layanan ini belum melalui kerja sama dengan pemerintah, sehingga masyarakat yang ingin mencoba menggunakan layanan ini harus melakukan tes secara mandiri.

"Layanan ini untuk menjawab apakah vaksinasi ini masih ada keraguan, kami menyediakan layanan ini pemeriksaan antibodi kuantitatif. Guna mengetahui ketika divaksinasi, berhasil atau tidak berdasarkan pemeriksaan ini," katanya.

Penyedia laboratorium klinis modern ini mengungkap pengadaan pemeriksaan ini masih mandiri dan belum dikerjasamakan dengan pemerintah, sehingga pemanfaatannya belum wajib bagi seluruh masyarakat yang sudah divaksinasi.

"Harapannya selain menolong masyarakat juga berkontribusi untuk Diagnos, kami prospektif proyeksi hitungan, harapannya dengan adanya produk ini satu tahun ke depan bisa berkontribusi 10--12 persen dari revenue di 2021," paparnya.

Anti SARS CoV-2S Quantitative adalah salah satu dari lima produk baru yg akan diluncurkan Perusahaan bagian dari Grup Bundamedik Healthcare System (BMHS) tersebut pada 2021. Empat produk lain adalah Oncogenomics, Nutrigenomics, Pharmacogenomics, Microorganism Culture.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Covid-19 diagnos
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top