Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PTPP akan Lunasi Perpetual Bond Tahun Ini

PTPP merupakan emiten pertama yang menerbitkan perpetual bond pada 2018. Pemegang obligasi bunga abadi tersebut mendapat kenaikan kupon sebesar 5 persen pada tahun ketiga apabila penerbit memutuskan tidak melakukan opsi beli (call option).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  18:47 WIB
Pekerja beraktifitas di dekat logo PT PP Properti Tbk. di Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pekerja beraktifitas di dekat logo PT PP Properti Tbk. di Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor pelat merah PT PP (Persero) Tbk. berencana melunasi surat berharga bunga abadi atau perpetual bond) senilai Rp150 miliar yang akan memasuki periode tiga tahun pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan PT PP Yuyus Juarsa mengatakan bahwa perseroan akan melunasi perpetual bond tersebut. “Rencananya kami lunasi tahun ini,” kata Yuyus kepada Bisnis, Rabu (27/1/2021).

Adapun, emiten dengan kode saham PTPP ini merupakan emiten pertama yang menerbitkan perpetual bond yaitu pada medio 2018. Kala itu, PTPP. menerbitkan perpetual bond senilai Rp150 miliar dengan kupon 9,04 persen per tahun. Selain PTPP, emiten lain yang juga menerbitkan perpetual bond adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Selanjutnya, obligasi bunga abadi tersebut akan mengalami kenaikan kupon sebesar 5 persen terhitung pada tahun ketiga apabila penerbit memutuskan untuk tidak melakukan opsi beli (call option). Dengan demikian, perpetual bond milik PTPP akan memberikan bunga hingga 14 persen apabila perseroan tidak melunasinya tahun ini.

Surat berharga perpetual ini dibungkus ke dalam produk reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) Ciptadana Infrastruktur dengan Ciptadana Asset Management sebagai manajer investasi. 

Menurut catatan Bisnis, Otoritas Jasa Keuangan menyebut perpetual bond merupakan bentuk lain dari sekuritisasi. Namun dalam prakteknya, hingga saat ini sekuritisasi yang sudah dilakukan menggunakan aset dasar tagihan kredit perumahan, kredit pensiun, hingga pendapatan jalan tol.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi ptpp
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top