Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fitch Ratings Sematkan Rating BBB untuk Surat Utang IIF

Peringkat BBB diberikan Fitch karena Indonesia Infrastructure Finance dianggap sebagai entitas yang berhubungan erat dengan pemerintah. Sebanyak 30 persen saham IIF dimiliki oleh pemerintah lewat PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Tbk.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  15:19 WIB
President Director Indonesia Infrastructure Finance Reynaldi Hermansjah saat berkunjung ke Bisnis Indonesia, Jumat (13/11/2020) - Bisnis
President Director Indonesia Infrastructure Finance Reynaldi Hermansjah saat berkunjung ke Bisnis Indonesia, Jumat (13/11/2020) - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings memberikan peringkat BBB untuk surat utang global yang akan diterbitkan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). 

Berdasarkan laporan terbaru dari Fitch Ratings, surat utang berbentuk senior unsecured notes yang diterbitkan dengan Regulation S (Reg S) oleh IIF itu merupakan bagian dari penerbitan notes euro jangka menengah senilai US$500 juta atau sekitar Rp7 triliun (Kurs Jisdor Rp14.065).

“Surat utang ini akan digunakan sesuai dengan Kerangka Kerja Pendanaan Berkelanjutan yang tertera pada dokumen obligasi,” tulis Fitch, dikutip pada Rabu (20/1/2021).

Adapun, peringkat BBB diberikan Fitch karena IIF dianggap sebagai entitas yang berhubungan erat dengan pemerintah. Pemerintah ikut mengendalikan IIF lewat perusahaan BUMN PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Dengan demikian, peringkat utang untuk notes yang akan diterbitkan IIF tersebut diberikan sama seperti peringkat utang Indonesia.

Untuk diketahui, pemegang saham IIF terdiri atas PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (30 persen), ADB (19,99 persen), International Finance Corporation (19,99 persen), KfW (15,12 persen), dan Sumitomo Mitsui Banking Corp. (14,90 persen).

Lebih lanjut, faktor yang dapat mempengaruhi peringkat utang adalah kenaikan peringkat Indonesia. Selain itu, segala perkembangan negatif dari negara Indonesia juga berpotensi membuat rating IIF direvisi.

Sebelumnya, Presiden Direktur IIF Reynaldi Hermansjah mengatakan infrastruktur merupakan salah satu sektor yang memiliki dampak jangka panjang, sehingga tidak akan terganggu meski terjadi krisis karena pandemi ini.

"[Peluang] infrastruktur masih sangat besar, kemudian infrastruktur itu jangka panjang. This is a marathon game, terlepas ada pandemi yang kita belum tahu kapan selesainya," katanya saat berkunjung ke Bisnis, Jumat (13/11/2020).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi fitch ratings Indonesia Infrastructure Finance
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top