Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sempat Dihantam Pandemi, Bos OJK Sebut Pasar Modal Telah Pulih

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut berbagai kebijakan dalam rangka menjaga pasar modal di tengah pandemi cukup berhasil. Hal ini tecermin dari pemulihan IHSG yang sudah kembali ke level sebelum pandemi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  19:46 WIB
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan kata sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 dan Arahan Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan kata sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 dan Arahan Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kinerja pasar modal Indonesia telah pulih setelah dihantam dampak pandemi dalam sembilan bulan 2020.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh titik nadir di level 3.900 pada 24 Maret 2020. Namun, pelan tapi pasti, IHSG kembali ke level sebelum pandemi pada awal tahun ini, yaitu di level 6.435 pada 13 Januari 2021.

Wimboh mengatakan, tahun 2020 merupakan periode yang sangat berat bagi industri jasa keuangan. Perekonomian yang terhuyung membuat sektor keuangan juga terkena imbas. Oleh karena itu, kebijakan luar biasa ditempuh agar roda ekonomi tidak semakin terperosok.

Kebijakan di pasar modal yang ditempuh antara lain penerapan trading halt dan kebijakan pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham.

“Kebijakan-kebijakan tersebut sangat efektif sehingga perekonomian domestik secara bertahap terus membaik Selain itu, stabilitas sistem keuangan sampai saat ini masih terjaga dengan baik,” kata Wimboh dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) yang digelar secara virtual di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Presiden RI Joko Widodo hadir secara virtual dalam pertemuan yang juga diikuti secara virtual oleh pelaku industri jasa keuangan, pimpinan Lembaga Negara, Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur dan Kepala Daerah, serta pelaku usaha mikro.

Di sisi lain, Wimboh menilai investor lokal punya peran penting dalam menjaga kinerja IHSG tahun lalu. Dia mencatat IHSG hanya turun 5 persen di tengah gejolak pasar akibat pandemi Covid-19.

Investor modal sepanjang tahun lalu memang melesat. Hingga 29 Desember 2020, jumlah investor yang terefleksi dari single investor identification (SID) tercatat sebanyak 3,87 juta. Jumlah itu naik 56 persen dari posisi akhir 2019 lalu. Dari jumlah itu, investor saham juga naik sebesar 53 persen menjadi sejumlah 1,68 juta SID.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hingga 29 Desember 2020 terdapat 94 ribu investor aktif harian atau naik 73 persen dibandingkan akhir 2019. Investor aktif harian adalah investor yang setidaknya melakukan satu kali transaksi dalam satu hari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia OJK
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top