Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Farmasi Unjuk Gigi, Itama Ranoraya (IRRA) Absen karena Disuspensi

Mayoritas saham farmasi dan terkait alat kesehatan menggeliat sehari menjelang vaksinasi Covid-19. Namun,
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  10:58 WIB
Di dalam pabrik produksi vaksin Sinopharm di Beijing.  - Xinhua/Bloomberg
Di dalam pabrik produksi vaksin Sinopharm di Beijing. - Xinhua/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Saham farmasi kembali unjuk gigi sehari menjelang pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Pesta pora emiten farmasi minus kehadiran PT Itama Ranoraya Tbk. yang sahamnya disuspensi mulai hari ini.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, mayoritas emiten farmasi dan terkait alat kesehatan menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (12/1/2021). Kinerja ini melanjutkan tren positif sejak kemarin menyusul sentimen positif terkait vaksinasi Covid-19.

Berdasarkan persentase kenaikan harga, saham PT Pyridam Farma Tbk. memimpin penguatan emiten farmasi dengan penguatan 12,69 persen ke level 1.510. Saham PYFA diperdagangkan sebanyak 59 juta lembar dengan nilai transaksi Rp91,6 miliar hingga pukul 10.41 WIB.

Saham emiten pelat merah menyusul. Saham PT Indofarma Tbk. terpantau naik 10,8 persen ke posisi 6.925. Nilai transaksi saham INAF mencapai  Rp245,15 miliar. Adapun investor asing mencatat net sell Rp4,46 miliar.

Masih saham BUMN, PT Kimia Farma Tbk. dan anak usahanya PT Phapros Tbk. juga tersengat sentimen vaksinasi. Saham KAEF melesat 8,91 persen ke level 7.025 dan diperdagangkan senilai hampir Rp1 triliun.

Adapun saham PEHA juga melonjak 10 persen ke level 2.740. Saham PEHA diperdagangkan sebanyak 21,59 juta lembar dengan nilai transaksi Rp59,69 miliar.

Saham farmasi lain yang juga turut menguat antara lain PT Darya Varia Laboratoria Tbk (+2,33 persen), PT Merk Tbk (+1,13 persen), dan PT Kalbe Farma Tbk. (+0,57 persen). Nilai transaksi perdagangan saham KLBF bahkan mencapai Rp946 miliar.

Sayangnya, euforia saham farmasi hari ini tidak diikuti oleh PT Itama Ranoraya Tbk.  Saham berkode IRRA tersebut disuspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka cooling down mulai hari ini.

Sebelumnya, pada 8 Januari 2021, BEI mengeluarkan pengumuman Unusual Market Activity (UMA) atas saham IRRA> Namun, kondisi tersebut tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap regulasi di bidang pasar modal.

"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), dalam rangka cooling down, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), pada perdagangan tanggal 12 Januari 2021," papar BEI

Pada perdagangan Senin (11/1/2021), saham IRRA ditutup menguat 740 poin atau 25 persen ke level 3.700. Saham IRRA diperdagangkan sebanyak 165 juta lembar dengan nilai Rp582,05 miliar.

Hingga lima sesi di tahun berjalan, IRRA mencetak rekor sempurna alias seluruhnya ditutup menghijau. Secara kumulatif harga saham IRRA sudah naik 117 persen sejak 4 Januari 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG farmasi Itama Ranoraya
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top